
Apakah itu brand? Sebuah logo? Sebuah nama atau slogan? Sebuah desain grafis dan skema warna?
Namun istilah “branding” pastinya sudah tidak asing lagi untuk Anda, usahawan-usahawati yang handal.
Sebuah website akademis yang memiliki fokus pada bidang marketing menulis demikian pada halamannya,
“Your brand is the entire experience your prospects and customers have with your company. It’s what you stand for, a promise you make, and the personality you convey. And while it includes your logo, color palette and slogan, those are only creative elements that convey your brand. Instead, your brand lives in every day-to-day interaction you have with your market”– marketing [m.o]
Seluruh wajah perusahaan Anda harus tercermin melalui brand yang Anda pilih. Brand adalah senjata terkuat marketing Anda. Ia menjadi janji yang Anda berikan pada klien-klien ataupun calon klien Anda. Selain itu, brand jugalah yang menjadikan perusahaan Anda menonjol dari perusahaan-perusahaan kompetitor. Bentuk dari brand, atau akrab juga kita sebut trademark, dapat kita tuangkan melalui logo, warna, slogan, dan banyak hal lainnya. Contoh dari brand yang sangat sukses secara internasional sangat banyak. Salah satunya adalah Starbucks Coffee, yang logonya kini banyak ditiru oleh usahawan-usahawati muda yang merintis usaha retail berbasis kopi juga. Logo ini begitu erat dengan usaha retail kopi hingga kerap kali kita mencari Starbucks untuk mencari segelas kopi yang harganya seringkali kita anggap tidak masuk akal. Mengapa bisnis ini bisa demikian berhasilnya? Strategi apa yang perusahaan tersebut pakai hingga dapat menjual produk dengan laba maksimal?
Bagan ini membagi strategi branding menjadi harga, website, perangkat sales, messaging atau pesan, corporate indentity atau identitas perusahaan, penamaan, dan yang terakhir managemen hubungan dengan customer. Penjelasan brand ini memang cukup kompleks dan bervariasi, namun saya akan menitikberatkan pembahasan topik kali ini pada corporate identity. Perusahaan Anda dapat diidentifikasikan melalui banyak hal, salah satunya melalui karakter bangunan Anda.
Apabila Anda berpikir sekilas, mungkin desain bangunan akan menjadi hal terakhir yang Anda pertimbangkan. Asal ada ruang untuk meletakkan barang dan berjualan, Anda rasa sudah cukup. Di sanalah masih tersedia tempat bagi Anda untuk berkembang. Sediakanlah budget investasi Anda untuk mengubah wajah usaha Anda. Coba kita ingat kembali contoh yang kita sebut tadi, Starbucks Coffee. Apabila Anda pernah memasuki atau minimal melihat interior dari ruang usaha mereka, ada suatu garis merah dari desain interior yang mereka gunakan. Mulai dari pemilihan material, pemilihan furniture, bahkan hingga pemilihan teknik pencahayaan. Ada satu benang merah yang dapat kita tarik dari karakter desain ribuan unit usahanya. Karakter ini rupanya merupakan bagian dari branding usaha. Bahkan tanpa kita sadari, kelima indera kita selalu berinteraksi dengan perancangan bangunan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa ada kaitan erat antara desain bangunan Anda dengan citra perusahaan Anda.
Kini pertanyaannya adalah bagaimana caranya Anda dapat mengembangkan desain bangunan Anda untuk menaikkan omset dan meningkatkan citra perusahaan Anda? Kita akan membahasnya pada artikel di edisi mendatang.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more