
Siang itu aku merasa baik-baik saja meski perut belum terisi. Tapi apa yang kukira baik, kini mulai terasa kurang baik. Setumpuk pekerjaan di atas meja kerja masih menanti untuk kutuntaskan. Sepertinya ada yang tidak beres di lambungku. Terasa perih dan kembung

di ulu hati. Kemudian, mual dan disertai muntah. Tak lama kemudian nafsu makan hilang. Pengabaianku terhadap kondisi ini mengakibatkan lambungku terasa amat perih.
Gejala-gejala tadi lebih dikenal oleh masyarakat pada umumnya sebagai maag. Ketika Anda menemukan kata “maag,” maka Anda langsung terarah kepada sakit perih di bagian bawah tulang dada sebelah kiri. Lebih tepatnya, di lambung, yang dalam bahasa Belanda adalah “maag.” Dalam dunia kedokteran, penyakit ini dikenal pula dengan sebutan gastritis atau radang lambung atau tukak lambung.
Bagaimana mungkin?
Maag sering dirasakan sebagai rasa perih, nyeri di lambung. Banyak orang yang menemukan penjelasan atas penyakit ini sebagai meningkatnya asam lambung yang bisa mengkorosi atau mengikis dinding lambung.
Tapi tahukah Anda bahwa itu hanyalah apa yang menyebabkan lambung terasa perih? Dengan kata lain, meningkatnya asam lambung dan tidak terisinya lambung bukanlah penyebab awal dari maag.
Kita bisa mencatat setidaknya ada tiga faktor penyebab meningkatnya asam lambung. Pertama, tidak makan. Lambung bisa diibaratkan sebagai mesin yang terus bekerja setiap saat. Tugasnya mencerna makanan. Proses menghancurkan makanan terbantu oleh asam yang dikeluarkan di lambung. Karena sifatnya menghancurkan, maka ketika lambung kosong dan asam terus dihasilkan, dinding lambung sangat riskan untuk terkikis atau terkorosi. Kedua, Anda harus mewaspadai minuman beralkohol dan bersifat asam, makanan dengan bumbu yang asam atau pedas serta bumbu-bumbu yang merangsang, seperti jahe, merica. Ketiga, faktor psikis atau kejiwaan. Tekanan pekerjaan, tenggat waktu yang selalu seakan mengejar-ngejar Anda bisa memicu stress dan beresiko meningkatkan produksi asam lambung. Selain faktor makanan dan minuman, kondisi psikologis, ini yang keempat, maag dapat diakibatkan pula oleh infeksi bakteri helicobacter pylori. Sebetulnya, bakteri ini tidak berbahaya dalam lambung. Namun dalam kondisi tertentu yang abnormal bisa menjadikan bakteri ini memicu meningkatnya asam lambung.
Lantas, bagaimana sebaiknya?
Kondisi lambung kosong dan terkikisnya dinding lambung oleh tingginya asam lambung membuat kita harus lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman. Hindari makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari pula makanan berlemak karena lemak memang sulit dicerna oleh lambung. Tipe makanan seperti itu justru memaksa lambung untuk mengeluarkan asam lambung guna mencernanya.
Anda sebaiknya memperbanyak minum air putih karena bisa mengurangi sifat asam dari makanan atau minuman yang pedas dan asam tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman teh, kopi atau soft drink.
Dari segi kuantitas, porsi makanan jangan terlalu banyak, secukupnya saja dengan frekuensi sering. Makanan yang cukup baik ketika maag sedang menyerang adalah makanan yang dimasak dengan cara direbus atau kukus. Cara memasak semacam ini akan menghasilkan makanan bertekstur lembut, lunak. Makanan yang digoreng atau dipanggang akan membuat makanan menjadi kering, liat dan keras sehingga memaksa lambung Anda bekerja keras.
Bila harus mengkonsumsi obat-obatan penahan nyeri (analgetik), maka sebaiknya Anda meminumnya setelah makan dan lambung tidak dalam keadaan kosong. Selain obat penahan nyeri, ada pula obat untuk menetralkan asam lambung, seperti obat-obatan antasida.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more