Highlight

Omzet Oriented VS Profit Oriented

Mana yang lebih penting profit atau omzet? Tentu jawabannya profit, karena bukankah profit yang pada akhirnya masuk ke kantong kita? Tetapi realitanya banyak business owner yang menyusun business plan tidak berorientasi pada profit tetapi pada omzet. Harry, contohnya, pemilik toko computer. Keti

Omzet Oriented VS Profit Oriented

ka saya tanyakan tentang apa rencananya tahun depan, dengan bangga dia menjawab akan pindah ke toko yang lebih besar serta menambah karyawan. Memperbesar toko dan menambah karyawan memang bisnisnya akan terlihat maju. Tetapi apakah profitnya pasti akan meningkat? Yang pasti pengeluarannya membengkak, bukan? Apalagi dari observasi saya, tokonya saat ini masih belum optimal dipenuhi pembeli. Contoh lainnya yang adalah mendiversivikasi jenis produk baru, memulai bisnis di sektor yang baru, menambah mesin produksi, terlibat dalam "perang harga" atau memberikan discount besar-besaran, jika dilakukan tanpa perhitungan yang matang, pasti akan meningkatkan omzet tapi belum tentu profit. Meningkatkan Profit Seperti kita ketahui bahwa profit adalah selisih dari omzet dikurangi biaya. Profit = Omzet - Biaya Dari sudut pandang hukum sebab akibat, salah satu hukum favorit Brian Tracy, profit adalah akibat sedangkan omzet dan biaya adalah penyebabnya. Kita tidak dapat merubah akibat. Kita hanya dapat merubah penyebab. Jika penyebabnya kita rubah maka akibatnya akan berubah dengan sendirinya. Sehingga untuk meningkatkan profit yang harus kita rubah adalah omzet dan biaya. Tiga cara meningkatkan profit adalah: 1. Mempertahankan omzet dan mengurangi biaya dengan meingkatkan efisiensi biaya operasional, seperti listrik dan telepon, mengurangi produk cacat, menggunakan karyawan part-time, komputerisasi, mencari supplier yang lebih efisien. 2. Meningkatkan omzet dan mempertahankan biaya, seperti meningkatkan penjualan, memperbanyak repeat order, menjual secara paket, mengurangi discount, menaikkan harga jual. 3. Kombinasi keduanya yaitu meningkatkan omzet dan mengurangi biaya. Untuk cara yang ketiga, kami di focal point memiliki resep yang disebut "Way to Wealth Formula" yang terbukti mampu meningkatkan profit sampai dengan 61%. Resep ini dapat anda down load secara gratis dari blog saya di coachthomasjawan.com. Fokus pada Profit Di focal point, business owner akan diminta untuk menyusun daftar dari semua produk yang mereka jual dilengkapi dengan data profit per item dan jumlah penjualan per item. Lalu daftar tersebut diurutkan berdasarkan dari profit yang terbesar sampai yang terkecil. Pada umumnya business owner akan terkesima menjumpai bahwa produk yang selama ini dianggap produk favorit dengan angka penjualannya tertinggi dan omzet yang terbesar, ternyata bukan produk yang profitnya terbesar, mungkin terkecil atau bahkan nol, alias kerja bakti. Fakta lain, berdasarkan hukum Pareto 80/20, akan ditemukan bahwa penjualan 20% dari daftar produk berkontribusi pada 80% profit. Sedangkan sisanya 80% produk hanya berkontribusi pada 20% profit. Bahkan beberapa produk diantaranya yang sudah "mati suri" dan terpendam di dalam gudang. Untuk business owner yang bergerak di sektor jasa, maka yang diurutkan bukan produk tetapi customer dari net profit yang terbesar sampai terkecil. Berdasarkan hukum Pareto 80/20, akan dijumpai bahwa 80% total profit dikontribusi dari 20% dari customer. Sisa 80% customer yang lain hanya menghasilkan 20% dari profit, bahkan sebagian diantaranya tergolong "difficult customer" yang menghabiskan sebagian besar waktu dan resources kita untuk melayani komplain mereka. Refleksi Berdasarkan fakta diatas, jika anda adalah business owner yang profit oriented, maka anda seharusnya tahu apa yang harus anda mulai lakukan, apa yang harus anda berhenti lakukan, apa yang harus anda tambah dan apa yang harus anda kurangi. Imajinasikan jika karena satu dan lain hal, anda terpaksa harus melepas sebagian besar produk atau customer anda dan hanya dapat mempertahankan 20%-nya saja, produk atau customer mana yang akan anda pertahankan? Bagaimana jika hanya 10%, produk atau customer mana yang akan anda fokuskan? Jika ada satu hal yang harus anda lakukan untuk meningkatkan profit anda, hal apakah itu? Kapan anda akan mulai melakukannya? Catatan: Yang dimaksud dengan omzet adalah revenue, dan profit adalah accounting profit. Untuk pertanyaan, komentar ataupun saran, silahkan kunjungi blog: coachthomasjawan.com email: tjawan@focalpointcoaching.com Coach Thomas Jawan HP: 08159125627

By coach Thomas Jawan A certified Focal Point Coach who coach for passion

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Focal Point Coaching
PAULISTA SHOES
MIS
AJ Bakery
www.elliessutrisna.com
Blomst
Wealthy Billionaire
Excellent Learning Center
PROLINK
Video Art Indonesia
HOTLINER
HDP
HOP HOP
Twitter EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
HDO
Scanie
Buku KOMPILASI
Prima Graphia
Media Prioritas
EXCELLENT BUSINESS MAGZAvailable Space