
Mata uang asing tidak bisa dijadikan alat tukar di Indonesia. Namun bagi Anda yang memiliki atau menyimpan mata uang asing tidak perlu menukarkannya ke dalam bentuk Rupiah bila tidak mendesak. Kecuali, bilamana nilai tukarnya –misalnya Dollar -- anjlok.
Anda yang memiliki atau

menyimpan mata uang asing dalam jumlah cukup banyak, bisa dijadikan alternatif dalam berinvestasi. Dengan kata lain, Anda bisa menginvestasikan uang Anda ke valuta atau mata uang asing (valas). Cara ini ternyata cukup efektif. Tentunya, bila Anda belum mau memanfaatkan uang asing tersebut untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan lain dalam waktu dekat.
Ada banyak alasan mengapa sebagian orang memilih berinvestasi ke valas. Meski demikian, bila Anda ingin berinvestasi ke sana, tentunya harus mengenal lebih dahulu apa itu investasi valas.
Perlu diketahui, ada beberapa alasan melatarbelakangi mengapa orang menginvestasikan uangnya ke valuta asing. Pertama, tentunya ada keinginan sebagian individu ingin mengembangkan harta kekayaannya. Adanya juga yang menjadikan alasan agar lebih mudah bertransaksi dengan menggunakan mata uang asing. Untuk alasan ini banyak digunakan bagi kalangan pengusaha tentunya.
Namun, ada juga investasi ini untuk biaya keperluan pendidikan saat study ke luar negeri. Dan yang terakhir, tentunya untuk keperluan holiday atau melancong ke luar negeri sebagai alat tukar nantinya.
Bagi Anda yang memiliki mata uang asing dalam jumlah besar, dan tertarik untuk menginvestasikannya ke dalam bentuk valuta asing, berikut ini ada dua produk valuta asing yang bisa Anda gunakan atau dipilih untuk berinvestasi ke valas.
1. Deposito Berjangka Valas
Deposito berjangka valas, pada dasarnya hampir sama dengan produk deposito berjangka dalam bentuk Rupiah. Produk investasi ini cukup familiar dikalangan masyarakat, karena bisa dijumpai pada sejumlah bank-bank besar.
Prosedurnya juga mirip dengan deposito dalam bentuk Rupiah. Hanya saja, bila Anda mengikuti program deposito valas, maka dana yang disimpan tidak bisa diambil sebelum jangka waktu yang sudah ditentukan. Jika Anda bersikeras, maka akan dipenalti bila penarikan dilakukan di luar waktu yang disepakati.
2. Reksadana Valas
Berbeda dengan deposito berjangka Valas, bila di deposito berjangka bisa menggunakan uang asing beragam untuk diinvestasikan, di sini dasar mata uang asing yang dinvestasikan hanya menggunakan mata uang Dollar AS. Dengan kata lain, di reksadana valas, Anda hanya bisa menginvestasikan dalam bentuk mata uang Dollar AS saja.
Bila Anda tertarik ke reksadana valas, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, bila Anda belum memiliki Dollar, Anda harus terlebih dulu menukar mata uang Anda ke Dollar, pada bank yang akan Anda pilih untuk berinvestasi.
Dalam penukaran uang tersebut tentunya anda akan dikenakan charge, atas harga jual Dollar. Artinya Dollar yang Anda beli akan tinggi nilainya dari harga di pasaran. Begitu pula sebaliknya. Bila Anda akan menarik Dollar anda akan dikenakan charge. Di mana harga Dollar akan jauh lebih murah dibanding harga Dollar di pasaran.
Bila Anda masih ragu, untuk pilihan mana yang bisa dipilih untuk berinvestasi dalam bentuk valas, silahkan menanyakan langsung ke pihak bank bersangkutan untuk mengetahui untung atau ruginya.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more