
Dekade pertama dari abad ini ditandai oleh berbagai prediksi, perdebatan bahkan kekecewaan yang diakibatkan oleh berbagai masalah lingkungan hidup dan sosial seperti krisis sistem keuangan, perdebatan tentang kebijakan pada dunia pendidikan, sistem pelayanan kesehatan, perubahan iklim dan meni

ngkatnya permintaan akan sistem transportasi serta pengelolaan energi dan air bersih di kota – kota besar.
Hanya ada satu istilah untuk dekade yang baru kita masuki, “Dekade Yang Pintar” – yang ditandai oleh penggunaan teknologi secara signifikan. Apa yang membedakan dekade ini dengan dekade sebelumnya? Tren globalisasi dan arus informasi yang melaju kencang. Tiga tahun ke depan, lalu lintas Internet Protocol (IP) diperkirakan akan mencapai lebih dari setengah zettabyte, setara dengan satu triliyun gigabyte atau angka 1 dengan 21 angka 0 di belakangnya.
Bagaimana dengan Indonesia?
Di waktu lampau kita tidak menghadapi dunia yang lebih kecil dan rata serta arus informasi yang begitu kencang. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengemukakan bahwa pada tahun 2009 pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta orang, dengan laju pertumbuhan 25 persen. Riset dari Nielsen mengungkapkan pengguna Facebook, jejaring sosial terkemuka saat ini meningkat 700 persen dibandingkan tahun 2008. Pengguna Twitter, situs mikroblog dan web jejaring sosial meningkat 3700 persen.
Selain volume dan kecepatan informasi, sifat data yang dikumpulkan dan dianalisa juga berbeda. Beberapa data menunjukkan bahwa 30 persen dari data yang ada di seluruh dunia terdiri dari data medis, terdapat 1.000 sensor yang saling terhubung untuk memonitor sebuah jembatan baru di Hong Kong, lebih jauh di kota London terdapat 10,000 kamera video yang berfungsi selama 24 jam untuk kepentingan keamanan.
Perusahaan, organisasi dan pemerintahan yang bervisi ke depan menyadari bahwa mereka harus menggunakan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah yang ada. Berbagai perusahaan dan organisasi di Indonesia sudah mulai menyadari untuk menggunakan daya pemrosesan dan analitik canggih untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas seperti mengurangi limbah, meningkatkan kualitas kerja organisasi secara keseluruhan sampai pada cara kerja atau layanan yang diberikan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. Mereka mulai menyadari pentingnya sesuatu yang kita sebut ‘analitik’.
Studi global yang diselenggarakan IBMInstitute for Business Value menyebutkan bahwa perusahaan – perusahaan yang dikelola dengan baik akan mempertimbangkan strategi bisnis analitik dalam proses pengambilan keputusannya, seperti:
Awareness – mendorong organisasi untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi yang ada untuk mencapai tujuan bisnis. Misalnya menggunakan data historis untuk memasang sensor di sepanjang jalan raya untuk menentukan pola lampu lalu lintas dan menghindari terjadinya kemacetan.
Akurasi – mendorong untuk mensortir aspek informasi yang paling relevan untuk proses pengambilan keputusan yang tepat waktu. Contohnya – seorang pemilik jasa pengangkutan akan sangat ingin mengetahui sejarah masing – masing kendaraan, kebutuhan pemeliharaannya dan jangka waktu operasionalnya sehingga kendaraan tersebut tidak membahayakan penumpangnya.
Keterkaitan (Linkage) – menghubungkan informasi dari berbagai sumber agar dapat saling berhubungan. Misalnya – jasa ritel dapat menggunakan informasi kartu anggota pelanggan untuk menginformasikan produk – produk promosi yang sesuai dengan preferensi pelanggan tersebut.
Menghindari status quo – untuk menciptakan berbagai peluang baru. Organisasi yang dijalankan dengan baik akan selalu menantang manajemennya dengan berbagai umpan balik seperti ‘bagaimana agar proyek ini dapat diselesaikan lebih cepat, dengan biaya lebih efisien, namun berkualitas tinggi?’
Antisipasi – perusahaan yang ‘pintar’ memprediksi dan mempersiapkan masa depan akan terus melakukan evaluasi bisnis. Melalui berbagai simulasi kejadian masa lampau, sebuah organisasi dapat mengantisipasi tindakan untuk menghasilkan keputusan bisnis terbaik.
Pemberdayaan karyawan – memberikan karyawan otoritas untuk menggunakan informasi yang tersedia dan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan pengetahuan yang dimiliki untuk mendorong perubahan, berpindah dari budaya pengawasan yang ketat ke atmosfir kerja yang berlandaskan kepercayaan – di mana karyawan diberi otoritas untuk mengambil keputusan.
Di masa yang akan datang, berbagai organisasi dapat meraih manfaat dari teknologi analitik yang baru dan menjadi bagian dari perencanaan untuk proses pengambilan keputusan yang lebih canggih.
Pada akhirnya masyarakat harus menyadari bahwa solusi dari berbagai masalah yang ada tidak dapat disajikan dalam berbagai kotak yang tertata rapi. Kita menghadapi apa yang disebut sebagai system of systems - sistem yang terinterkoneksi saling terkait dan saling bergantung.
Untuk mengatasinya, dibutuhkan keahlian integrasi tingkat tinggi, wawasan industri dan keahlian khusus. Di masa yang akan datang, keahlian akan memberikan manfaat ekonomi yang besar serta berbagai peluang baru untuk menghadapi dekade baru yang lebih pintar.
Mari, kita persiapkan diri kita agar dapat mengambil bagian dalam pertarungan di dekade baru yang lebih pintar.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more