
Jalan Raya Anyer Panarukan adalah bukti nyata akan pentingnya komunikasi. Hal ini telah disadari oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda ratusan tahun silam. Seiring perkembangan waktu, komunikasi telah mendapat sokongan kuat dari teknologi. Kini telah lahir sebuah dunia ber

nama teknologi informasi dan komunikasi atau information communication technology (ICT). Seperti apakah wajah dunia komunikasi saat ini yang tampil dalam wujud fenomena “BB-an”?
Komunikasi adalah tindakan manusiawi yang paling dasar. Ketika seseorang berpikir tentang sesuatu, merasakan sesuatu, ia tidak hanya memikirkan dan merasakannya seorang diri. Ia pasti berbagi rasa atau bertukar pikiran dengan sesamanya. Bahasa memungkinkan terjadinya hal itu. Ada bahasa tubuh yang mengkomunikasikan perasaan, pemikiran melalui tubuh. Ada pula bahasa tulis yang menyampaikan sesuatu secara fisik melalui media papirus, kertas, dll. Selain itu, bahasa lisan menjadi cara bagi dua pihak untuk berbincang satu sama lain.
Saat ini seseorang yang ingin berkomunikasi dengan teman-temannya dapat bertegur sapa melalui sebuah alat komunikasi bernama BlackBerry (BB). Produk salah satu telepon genggam yang satu ini tergolong sebagai telepon cerdas (smart phone). BB tidak hanya menawarkan kemampuan berinternet di mana pun, kapan pun bagi penggunanya. BB memungkinkan para penggunanya untuk menjalin relasi, berkomunikasi secara lebih personal. Hal ini kelihatan dari fenomena di antara para pengguna BB di Indonesia. Para pengguna BB di Indonesia tergolong besar. Indonesia adalah negara kedua setelah RRC sebagai negara dengan pengguna BB terbanyak di dunia.
Ada istilah “BB-an” di kalangan pengguna BB di Indonesia. Istilah ini merupakan fenomena sosial yang menunjukkan gejala cara baru berkomunikasi antar personal. Seseorang yang menggenggam telepon cerdas itu dapat menyapa kenalannya melalui sebuah perangkat lunak (sofware) yang terdapat di dalam telepon cerdas itu. Perangkat ini pada dasarnya tidak jauh berbeda seperti yahoo massanger (YM), layanan pesan singkat atau short massage service (SMS). Cukup dengan mengetik beberapa kata dan kemudian mengirimkannya kepada orang lain, maka si pengirim hanya tinggal menunggu balasan dari si penerima.
Melalui YM, para pengguna harus memasuki dunia maya bernama internet. Anda dapat berbincang-bincang dengan teman, relasi, kerabat Anda yang pada saat bersamaan juga sedang berada di dunia maya (baca: on line). Sedangkan SMS memungkinkan bagi siapa saja yang menggunakan telepon genggam untuk menyampaikan pesan kepada kerabatnya tanpa harus on line di dunia maya. Khusus tentang fenomena “BB-an,” Anda perlu menggunakan jenis telepon cerdas bernama BlackBerry untuk dapat berkomunikasi dengan kerabat Anda yang juga menggunakan BB. Tentu hanya mereka yang menggunakan BB sajalah yang bisa berkomunikasi. Penggunaan BB menjadi prasyarat mutlak dalam fenomena komunikasi sosial yang satu ini.
Pesan yang disampaikan sebetulnya sama saja, yaitu rangkaian huruf berupa kata yang diketik pada sebuah media. Dahulu media itu adalah papirus, baru tulis dan kertas. Kini media itu tidak memiliki bentuk fisik. Yang ada adalah layar monitor atau layar di telepon genggam yang siap menampilkan hasil ketikan Anda. Sehingga, komunikasi antar personal tidak mengharuskan Anda bertatap muka dengan kerabat Anda. Dengan kata lain, jarak dalam ruang dan waktu tidak menghambat Anda untuk berkomunikasi.
Anda tidak hanya bisa mengobrol dengan orang-orang yang secara fisik berada di sekitar Anda. Anda pun bisa berbicara dengan kerabat Anda yang berada di belahan bumi yang lain. Ketika komunikasi terjadi, seakan-akan dunia menjadi sempit sekali. Tidak ada jarak yang memisahkan. Maka tidak heran jika para pengguna BB sanggup menekan tombol, membaca tulisan di layar telepon genggam seorang diri. Sebagian besar perhatiannya terfokus pada layar itu. Sikap dan perilakunya tak ubahnya seperti ketika ia sedang berbincang dengan seseorang yang berada di hadapannya. Sedangkan pertemuan tatap muka antar personal tidak lagi menjadi keharusan supaya bisa berkomunikasi. Jika sudah seperti ini, maka kita bisa katakan bahwa BB sanggup menjauhkan yang dekat, sekaligus mendekatkan yang jauh.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more