
Kanker, baru mendengar namanya saja, penyakit satu ini langsung bikin ciut nyali. Apalagi ada kanker yang spesifik menyerang kaum perempuan. Kanker rahim atau kanker serviks namanya. Ironisnya, berdasarkan penelitian, penyakit ini menempati urutan pertama sebagai penyebab
kematian tert

inggi bagi wanita.
Eitss, tunggu dulu. Bagi kaum hawa kini tak perlu panik berlebihan. Penyakit ini bisa dicegah agar tidak mampir ke tubuh kita. Bahkan bisa disembuhkan secara total. Asal, kita sudah mendeteksinya secara dini. Untuk itu, perlu mengenal lebih jauh tentang penyakit ini.
Sebelum mengetahui pencegahan kanker rahim, kaum hawa harus mengenal lebih dulu secara detail tentang rahim itu sendiri.
Rahim memiliki tiga bagian dan rentan terkena kanker. Yakni bagian leher rahim, badan rahim, dan indung telur. Masing-masing bagian memiliki ‘penggemar‘ tersendiri. Biasanya usia penderita kanker leher rahim berkisar antara 30-49 tahun. Kanker indung telur bisa saja diderita sejak usia belasan tahun sampai usia 60 tahun. Sedangkan penderita kanker
badan rahim biasanya terjadi pada wanita memasuki masa post menopause -- survey mencatat sekira 5% penderita dibawah usia 40 tahun --.
SIAPA YANG BISA KENA?
Menurut penelitian, wanita menikah diusia terlalu muda (dibawah 20 tahun) beresiko terkena kanker leher rahim. Selain itu bagi wanita yang melakukan aktivitas seksual tidak sehat atau
memiliki mitra seksual banyak, sangat rentan terpapar human papilloma virus (HPV) penyebab terjadinya perubahan abnormal pada sel-sel rahim.
Kebiasaan lain memperbesar resiko kanker leher rahim seperti merokok, tidak memelihara kebersihan vagina, serta memiliki banyak pasangan juga beresiko tinggi. Kekurangan vitamin
A, C, dan E yang mengandung antioksidan positif memberikan kekebalan tubuh, juga membuat rentan terkena kanker leher rahim.
DETEKSI DARI SEKARANG
Dibandingkan kanker indung telur dan badan rahim, kanker leher rahim paling mudah dideteksi dengan test pap smear. Manfaat test ini dapat melihat apakah terjadi perubahan / perkembangan sel-sel leher rahim menjadi sel kanker. Atau dengan kata lain melihat u perkembangan sel diluar batas normal, jika demikian bisa segera diketahui dan diobati.
Proses pemeriksaannya juga tidak lama, hanya dalam waktu beberapa menit saja. Begitu melakukan aktivitas seksual, sebaiknya kita menjadwalkan secara rutin melakukan pemeriksaan
pap smear, setahun sekali.
Selain itu,ada beberapa gejala harus waspadai. Bila mengalami keputihan yang tidak normal, berbau dan berwarna kehijauan, terjadi pendarahan di luar haid, misalnya setiap selesai senggama ada pendarahan, segera konsultasikan ke ginekolog.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more