
Sebagian besar orang jika tidak terpaksa tidak akan mengambil kavling “tusuk sate”. Hal ini dikarenakan menurut Feng Shui, rumah pada posisi “tusuk sate” memberi kemalangan. Benarkah hal itu? Percaya atau tidak percaya Feng Shui, bukti-bukti empiris memperlihatkan sebag

ian besar bangunan di “tusuk sate” sulit bisa mendapat kemajuan.
Oleh karena itu tidak heran jika kebanyakan kavling-kavling “tusuk sate” di bilangan kompleks perumahan tidak laku terjual. Meskipun demikian sebagian kecil orang justru hendak memanfaatkan kondisi kavling “tusuk sate” ini untuk berbagai keuntungan.
Kavling “tusuk sate” berada pada posisi yang ‘tertusuk’ oleh jalan, karena itu memperoleh ‘panah beracun’ (poison arrow) yang menyebabkan energi CHI yang datang ‘rusak’ sehingga kurang bagus Feng Shui-nya. Jika diamati, kecepatan angin yang datang pada bangunan tusuk sate lebih kencang dibandingkan pada bangunan lainnya di tempat yang sama. Ada yang mengatakan, karena derasnya aliran CHI yang datang, maka ruang dalam bangunan tidak dapat menampung CHI dengan baik. Bagaimana mengatasi hal ini ?
Pada prinsipnya aliran angin yang masuk ke dalam bangunan diharapkan perlahan-lahan dan berbelok-belok, sehingga CHI yang terbawa masih utuh dan tidak rusak. Jika demikian halnya, maka desain (rancang bangun) arsitektur bisa mengkonsepkan suatu tatanan massa dan ruang yang ‘mampu’ memperlambat CHI yang datang tersebut, tidak langsung menuju pintu depan, melainkan dibelokkan (jika perlu beberapa kali).
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di EXCELLENT BUSINESS MAGZ edisi Februari 2012.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more