Highlight

BOBBY WAROUW : Bermula dari Keterbatasan

Nama tidak hanya sekadar kata. Ketika menentukan nama, ada harapan yang menyertainya. Demikian pula dengan pemilihan nama “Sumosor”, yang diambil dari salah satu dialek bahasa Sulawesi Utara, yang berarti : “berkembang”, “increase”. B

BOBBY WAROUW : Bermula dari Keterbatasan

obby Warouw, CEO PT. Sumosor IT, memilih nama “Sumosor” bagi perusahaan yang akan didirikannya di tahun 2008. Kini, menjelang pergantian tahun 2011, Bobby telah membawa Sumosor  ke tingkat Asia.

 

Pria yang memiliki latar belakang sebagai karyawan ini tidak menyangka bahwa dirinya akan mampu mendirikan sebuah perusahaan teknologi informasi. Bahkan, perusahaan tersebut ia dirikan di saat dunia ekonomi sedang mengalami krisis pada tahun 2008. Bagi kebanyakan pebisnis, masa-masa itu terasa sulit untuk menjalankan bisnis. Justru sebaliknya, Bobby memutuskan untuk mendirikan  Sumosor  pada tahun tersebut. Dengan memiliki hanya beberapaorang karyawan, Bobby kemudian memulai roda bisnis perusahaan ini.

Bobby mengakui bahwa di masa-masa awal itu, ia harus menghadapi sejumlah tantangan. “Kami kesulitan untuk merekrut karyawan. Selain itu, dari finansial juga masih terbatas. Keputusan membeli beberapa laptop saja sudah sangat terasa beratnya. Dan dari pihak customer, mereka tidak mudah percaya kepada kami yang baru merintis bisnis ini,” ujar Bobby.

Selang 2- 3 bulan berdiri, Bobby mulai mendapatkan customer. Seiring waktu berjalan, customer mulai bertambah. Beberapa perusahaan-perusahaan besar pun mulai menjadi customer Sumosor. Menurut Bobby, hal ini agak mengherankan juga mengingat kondisi krisis yang melanda dunia ekonomi pada 2008.

***

Setelah melihat masa-masa awal Sumosor tersebut, apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut?

Saya memang menemui tantangan dari sisicustomer, keuangan dan sumber daya manusia. Tapi di balik tantangan itu semua, saya melihat bahwa bisnis itu unik. Maksudnya, sebenarnya rumusan yang paling gampang bahwa element terpenting dari bisnis adalah kami bertemu dengan : right people, right place, right time, right product. Itu 4P dalam kesuksesan bisnis.

Kedengarannya sederhana ya. Tapi sebenarnya kalau kami lihat dari satu sisi, sekuat-kuatnya kami usahakan itu semua, dari pengalaman saya hal itu hampir tidak mungkin terjadi seketika dalam satu momen nyata.

Menurut saya, hal tersebut sudah membuktikan bahwa sekarang ini dunia bisnis sudah waktunya mulai masuk unsur spiritual hanya untuk pertemukan 4P tadi sehingga momen itu terjadi secara nyata. Itu tidak mudah buat manusia mana pun juga.

Ada orang Cina mengatakan hal itu adalah “hoki.” Orang Barat bilangnya, “luck.” Tapi karena sekarang ada tren dunia yang arahnya ke spiritual entrepreneur , kalau kami menyebutnya “blessing”atau“berkat.” Saat kami bisa alami momen bertemunya 4P tersebut, itu berkat campur tangan Tuhan semata.

Sebenarnya intinya sama, yaitu sebenarnya ada suatu kondisi yang manusia tidak bisa kontrol, di titik tersebutlah saatnya kami mengharapkan dan percaya pada Tuhan. Ini tercermin dari salah satu moto utama kami  'Work as though everything depended on us, and pray as though everything depended on God."

 

Sebenarnya apa alasan Anda mendirikan PT. Sumosor IT di waktu yang bagi kebanyakan pebisnis adalah waktu yang tidak tepat?

Ketika saya mau memulai Sumosor ini, saya masih berstatus karyawan. Posisi saya saat itu sedang enak-enaknya dan mapan. Tapi saya melihat bahwa potensi saya saat bekerja tidak bisa tergali dan keluar secara maksimal.

Di sisi lain, saya juga punya keinginan untuk membantu orang lain dengan kami bekerja. Entah dengan ia bekerja untuk kami ataupun mereka menjadi supplier kami atau justru dengan mereka jadicustomer kami.

Jadi sebenarnya yang paling utama adalah kami mau menolong komunitas kami. Komunitas ini bisa dari 3 sisi. Pertama, dari sisi internal, kami bisa menghidupi karyawan kami beserta keluarganya. Kedua, supplier-supplier kami. Ketiga, customer kami. Kami berupaya agar bisa membuat hidup mereka lebih mudah dengan produk-produk yang kami berikan kepada mereka. Nah, dari situ kemudian kami mulai berpikir ke komunitas eksternal, di luar karyawan, supplier, customer. Ternyata di luar sana jauh lebih banyak lagi, seperti mereka yang hidupnya serba kekurangan dan butuh pertolongan dari sesama.

 

Menurut Anda, mengapa bisnis Anda bisa tumbuh secara cepat di tahun ke-4 ini?

Memang kami pada saat memutuskan berdiri sedang masuk ke right place, right time. Kami juga agak bingung  jika ditanya kenapa bisa tumbuh di saat sulit. Tapi ya itu, kami datang di saat para caloncustomer kami butuh produk kami. Waktu itu yang kami jual adalah komitmen kami. Walau kami perusahaan baru, tapi kami punya kapabilitas, skill, dan komitmen untuk bisa kami berikan kepada mereka. Nah, ini yang mungkin untuk customer itu penting ya, yaitu soal komitmen.

Tiga bulan sebelum mulai perusahaan ini, saya membuat business plan. Menurut sayabusiness plan yang saya buat itu cukup detail dari berbagai sisi. Dari situ kami lihat bagaimana kami memposisikan diri supaya kami bisa mengisi di posisi yang tepat. Kami juga membuat financial plan dan proyeksinya. Termasuk dari awal mula itu visi misi kami sudah kami tentukan. Ketika kami jalankan, tak terasa kami telah fokus pada apa yang telah kami tentukan di awal.

Selama 3 tahun ini, banyak dari visi itu yang sudah tercapai. Waktu itu kami bilangnya visi 2013. Tak terasa di tahun 2011 ini, ternyata setelah evaluasi, ada banyak hal yang telah tercapai di tahun 2011. Misalkan, kami sudah dianggap sebagai leader untuk teknologisupply chain technology providerdi Indonesia.  Saat ini kami sedang dalam tahap penyelesaian visi baru kami yang kami sebut visi 20/20.

 

Inti bisnis perusahaan Anda adalah teknologi supply chain. Sebenarnya apa yang Anda lakukan dalam bidang bisnis tersebut?

Supply chainadalah proses yang dimulai selangkah sebelum di pabrik, yaitu supplier. Barang dikirim dari supplier ke pabrik. Nah, dari situ saja sudah merupakan satu proses supply chain, yaitu dari supplier ke pabrik. Kemudian dari pabrik dikirim lagi ke gudang. Ini simple-nya.

Tapi kalau tidak simple ya kami bisa contohkan pabrik ini di China, mau kirim barang ke Bogor. Mungkin dari pabrik dia perlu ke pelabuhan di China. Setelah tiba, ia perlu bicara dengan bagian bea cukai pelabuhan. Perlu urusan ekspor impor. Terus pindah ke pesawat atau kapal laut. Nah, kalau Indonesia tidak langsung ke gudang, tapi masuk dulu ke Tanjung Priuk, tepatnya di Badan Bea Cukai Tanjung Priuk. Baru masuk tahap clearance, kemudian dikirim ke gudang. Mungkin juga barang dikirim ke distributor, setelah itu baru ke grosiran. Dari grosiran baru dikirim ke toko dan kemudian ke tangan end user. Nah, itulah supply chain, mulai dari supplier kirim barang sampai ke tangan end user. Nah, di sini ada potensi untuk kami melakukan efisiensi di sisi waktu pengiriman, kapasitas kiriman, sumber daya yang ada dengan cara meningkatkan visibility, traceability, planning yang baik untuk proses tersebut.

 

Menurut Anda, apa yang menjadi dasar kuat dari sistem manajemen gudang?

Di suatu tempat biasanya ada manusia super, “superman” yang mengetahui segala hal di tempat tersebut, seperti lokasi barang, data stok barang, kondisi barang, dll. Bisa jadi sekarang ada superman yang bisa kerjakan itu semua. Kalau kami analogikan dengan restoran, artinya tempat tersebut bergantung sama kokinya. Bukankah perusahaan maunya tidak bergantung dengan orang tertentu?

Kami mulai dari sistem yang mengatur itu semua. Sama seperti McDonald, mau makan di mana, kapan saja. Kokinya tidak tahu dari mana asalnya. Tapi apa yang kami makan itu rasanya sama. Standarisasi proses itulah yang kami cari.

Nah, sistem ini juga sama. Bagaimana caranya agar tidak bergantung dengan para superman tadi. Biasanya, ketika kami datang ke gudang, hampir semuanya katakan tidak ada masalah. Secara supply chain tidak ada masalah. Memang benar, tidak  masalah karena ada superman tadi. Kalau superman tidak masuk, ada yang tanya ”Pak, barang itu ada di mana ya?” Tidak ada yang tahu. Nah, hal ini yang kami coba standarisasi dengan sistem kami,maksudnya dengan system driven adalah biar siapa pun yang mengerjakannya, sistem tersebut yang akan mengaturnya. Jadi kita tinggal ikuti saja sistem itu. Artinya ada standarisasi oleh sistem.

Kedua, kalau kami sudah ngomong yang levelnyaentreprise, data yang dimiliki harus bisa diaudit (auditable). Inilah bedanya perusahaan kecil dan besar. Perusahaan besar mau datanyaauditable.

Orang lain juga ingin supaya data itu punya tracibility, dapat di-trace. Data harus memberitahu informasi histori dari barang di gudang, seperti siapa yang produksi, siapa yang menangani, sampai ke tangan saya prosesnya bagaimana.

Satunya lagi adalah visibility, dapat dilihat. Kami mau agar sistem tersebut memungkinkan pemilik bisnis bisa melihat kondisi barangnya di gudang. Ini penting dalam membuat desicion making, pengambilan keputusan. Kami bisa tahu setiap saat bahwa barang kami kebanyakan, dan kami tidak perlu beli lagi. Nah, sekarang visibility sudah bergerak lebih jauh lagi. Kita bisa melihat dari mana saja. Kalau si manajernya lagi di China, ia bisa melihat langsung via internet. Nah, itu kenapa orang perlu sistem supply chain.

 

Lantas, apa bedanya sistem supply chain dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP)?

Yang dicatat oleh sistem supply chain adalah data fisik. Kalau ERP itu kebanyakan berdasarkan pada dokumen. Berarti, barang yang dicatat sistem supply chain di gudang adalah barang yang sesuai dengan fisik. Mungkin bisa jadi datanya berbeda dengan data di buku. Ada barang pengembalian, kami tidak tahu membukukannya di mana. Atau tiba-tiba barang datang. Kami terima, tapi tidak tahu apakah kami beli atau ada PO. Biasanya barang itu dititip dulu deh, nanti baru tahu asal barang tersebut. Dalam kondisi seperti itu, pada ERP, barang belum bisa kami catatsecara cepat, paling hanya pakai tanda terima saja. Kalau di sistem supply chain, barang itu harus dicatat di sistem. Nanti setelah seminggu, setelah jelas, kami ganti kepemilikannya. Maka sistem suppley chain ini lebih ke arah fisik.

 

Biasanya, apa yang rutin Anda lakukan ketika Natal dan pergantian tahun?

Sebenarnya kalau saya lihat, tiap kali pergantian akhir tahun adalah waktu yang baik untuk merefleksikan perjalanan hidup, bisnisdan kerohanian kita. Saya lihat tahun yang berjalan itu, apa yang telah kami kerjakan, apa yang masih kurang. Lalu saya bikin planning dan komitmen untuk tahun yang baru itu, bagaimana memperbaikinya, bagaimana jadi lebih baik. Sehingga setiap tahun yang baru kami selalu punya harapan dan komitmen yang baru, dan selalu percaya akan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya, kami  selalu percaya "the best is yet to come", yang terbaik selalu masih tersedia di depan kami. **

 

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Focal Point Coaching
PAULISTA SHOES
MIS
AJ Bakery
www.elliessutrisna.com
Blomst
Wealthy Billionaire
Excellent Learning Center
PROLINK
Video Art Indonesia
HOTLINER
HDP
HOP HOP
Twitter EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
HDO
Scanie
Buku KOMPILASI
Prima Graphia
EXCELLENT BUSINESS MAGZAvailable Space