
DISTRIBUTION Store alias distro, beberapa tahun belakangan ini memang menjamur. Toko pakaian berikut atribut penunjang penampilan lainnya, yang banyak menjadi media perancang busana pemula untuk menjual hasil rancangannya ini, mulai banyak dilirik sebagai bisnis baru. Harga yang cenderung lebih mura

h, menjadi alasan konsumen yang mayoritas kaum muda, memilih berbelanja di tempat yang kini mulai bertebaran hampir di setiap kota besar negeri ini. Hal itulah yang membuat Malvino Fajaro, presenter reality show di salah satu stasiun televisi swasta ini, tertarik menjajal bisnis clothing line setahun lalu. Vino, panggilan akrabnya, ketika ditemui seusai syuting, berpendapat semua manusia butuh pakaian. "Itu sudah menjadi kebutuhan utama setelah makanan, dan karena aku tidak bisa memasak, maka aku memilih bisnis ini, ditambah aku juga mengerti baju apa yang sedang trend," ungkapnya. Maka dengan merekrut seorang de-signer untuk mewujudkan ide rancang-annya, Vino memasok busana pria muda ke berbagai distro di kawasan Jakarta. Sudah Break Event Point Pria yang sempat menjadi bintang iklan parfum ternama ini mengakui kalau dunia entertainment yang dirambahnya sekarang tidak bersifat abadi. Maka dari itu, pria berkulit putih ini berpikir untuk menginvestasikan pendapatannya untuk masa depan. "Aku harus memiliki usaha diluar syuting, supaya duitnya muter," katanya. Berhubung hobinya memperhatikan busana yang sedang trend diluar negeri, kekasih artis Inne Azri ini tidak terlalu kesulitan mendesign kemeja dan kaos untuk anak muda. "Konsepnya saya, kemudian designer merancangnya dengan komputer," ujarnya. Dengan modal berkisar antara 15 sampai 20 juta rupiah, Vino memulai de-butnya dengan meluncurkan busana pria, yang disebut-nya season pertama. Modal itu diakuinya untuk mencetak kaos dan gaji designer. Mutu dan model yang tak kalah dengan merek ternama, dikedepankan Vino un-tuk bersaing dengan busa-na keluaran distro lainnya. Bahkan pria yang kerap membintangi sejumlah FTV dan be-berapa sinetron remaja ini berani mengatakan, busana produksinya berada selang-kah di belakang sebuah merek dari luar negeri, yang menjadi favorit kawula muda masa kini. "Biasanya orang memilih busana mengikuti trend, jadi aku merancang dengan model yang sedang digemari, biar gampang laku", aku Vino. Alhasil, season pertama yang diluncurkannya setahun lalu itu kini sudah break event point. Bahkan berkat ketekunannya, sekarang bintang sinetron "Jomblo" ini sedang menjalankan season kedua dan ketiga dalam waktu yang hampir bersamaan. Meskipun terbilang baru untuk urusan mendisain busana, Vino tak takut bersaing. Bahkan pria kelahiran 12 Agustus ini berencana akan terus merancang sendiri semua clothes produksinya. "Aku merasa mampu. Selain itu, jika nanti bisnis ini sudah menjadi besar, tidak ada yang bisa menipu aku untuk urusan disain", ujar Vino diiringi tawa. MEMILIH BUTIK HIGH CLASS Pemilihan lokasi distro untuk mendistribusikan busana hasil produksi, juga merupakan faktor penunjang keberhasilan bisnis ini. Pria yang masih terlihat seperti ABG, meski usianya sudah menginjak 27 tahun ini sengaja memilih distro-distro yang berlokasi di kawasan elit seperti Bintaro, Tebet dan beberapa daerah lainnya. Hal ini bukan tanpa alasan. Mengingat target pasarnya kalangan anak muda menengah keatas yang senang mengikuti trend. "Jadi pangsa pasarnya ketemu," tutur Vino serius. Kedepan, pria yang hobi browsing internet ini berharap memiliki distro sendiri. "Kalau bisa sih membuka francise diberbagai kota, tapi kayaknya masih jauh, jadi doain aja deh," kata Vino menutup pembicaraan.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more