
Bicara tentang sekolah khusus untuk public speaking di Indonesia, kita bisa pastikan jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Jumlah kompetitor yang sangat sedikit inilah yang menjadi salah satu pendorong Erwin Parengkuan bersama kedua rekannya, Becky Tume

wu dan Alexander Sriewijono, mendirikan sekolah yang khusus mengajarkanpublic speaking. Ditemui di kantornya yang berada di bilangan Wijaya, Jakarta Selatan, Erwin berbagi cerita mengenai bisnis yang ia jalankan bersama Becky dan Alex.
Pria kelahiran manado, 41 tahun silam ini memulai karir di dunia entertainment dari sebuah studio di Radio Prambors, Jakarta. Ia masih ingat betul siaran pertamanya di Radio Prambors pada bulan Desember 1989. Pilihannya sebagai penyiar radio begitu mantap hingga ia rela meninggalkan kuliahnya di jurusan interior desain.
Victor KenParengkuan, sang ayah, memang memberi Erwin kebebasan untuk memilih hidupnya sendiri, termasuk pekerjaan yang dipilihnya. “Ayah saya memberi kebebasan itu dan berpesan agar saya harus bertanggung jawab terhadap hidup saya, apa pun pilihan hidup saya,” ujarnya mengenang pesan sang ayah.
Seiring waktu berjalan, Erwin mulai memiliki penggemar dan ia mulai mendapat kepercayaan untuk membawakan acara-acara off air, seperti acara ulang tahun dan launching product. Tahun 1991, Erwin memasuki dunia pertelevisian dengan menjadi pembawa acara lomba cipta lagu remaja, sebuah program musik dari Radio Prambors yang ditayangkan di RCTI, bersama dengan Meuthia Kasim. Kemudian ia dipercaya membawakan acara musik Trax di TVRI Programa 2.
Tahun 1993, Erwin mengundurkan diri dari Radio Prambors. Ia mengakui bahwa saat itu ia ingin memiliki usaha sendiri. Rupanya, ketika masih menjadi penyiar radio di Radio Prambors, Erwin bersama beberapa temannya telah mendirikan sebuahevent organizers. Bisnis ini begitu maju hingga bisa menghadirkan konser Phil Collins ke Jakarta. “Saya memang berniat untuk tidak meneruskan di dunia broadcasting. Sudah cukup. Saya berhenti pada saat nama saya sedang melambung sebagai penyiar radio,” katanya mengenang masa lalunya.
Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Bisnis Excellent edisi September 2011.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more