
Kebanyakan orang memiliki hambatan yang berasal dari masa lalu mereka, sering kali seseorang memiliki keraguan dan ketakutan dalam memulai sesuatu yang baru, tanpa menyadari apa yang sebenarnya menghambat mereka. Hal-hal yang terjadi di masa lalu terkadang membuat seseorang takut melakukan ses

uatu yang di luar dari zona nyaman mereka. Pengalaman buruk dimasa lalu seperti pengalaman kerugian, kemalangan, ketidak berdayaan, kehilangan pekerjaan, sering kali menghantui pikiran seseorang sehingga mereka sulit mengambil sebuah keputusan untuk melakukan hal lain yang di luar dari kebiasaan mereka.
Orang tua teman saya pernah menasehati teman saya seperti ini: “Sudah kamu jangan macam-macam! Sekarangkan sudah enak punya pekerjaan yang mapan, gaji cukup besar, buat apa
memikirkan untuk menjadi seorang pengusaha! Nanti rugi menyesal, pekerjaan hilang, uang habis, memang kamu pikir mencari pekerjaan dengan posisi dan gaji seperti kamu miliki sekarang ini mudah?” Saya sangat paham dengan kejadian ini, orang tua teman saya mengatakan hal tersebut karena beliau sangat menyayangi anaknya dan tidak ingin anaknya terluka atau gagal.
Pemikiran seperti di atas ini sangatlah normal. Bila seseorang memulai bisnis mereka dengan serampangan atau tanpa arah yang benar, pastilah hal buruk yang akan terjadi, kecuali nasib baik (lucky) berpihak kepadanya. Tetapi didalam berbisnis bukanlah seperti “berjudi”, bisnis adalah murni sebagai “seni” yang membutuhkan sebuah “keahlian”, dan keahlian tersebut bisa dipelajari agar memastikan kesuksesan dalam sebuah bisnis yang akan dimulai, baru maupun yang sudah bejalan bahkan yang sudah berjalan dengan baik.
Untuk sukses Seseorang dapat mencoba segala hal dengan “trial dan error” dan sampai akhirnya mencapai kesuksesan, tetapi berapa lama orang tersebut dapat menemukan keberhasilan dan
kesuksesannya, atau malah berhenti ditengah jalan karena kapok akan rintangan demi rintangan yang di perolehnya, dan berapa banyak tenaga yang dikeluarkan, kerugian, uang dan waktu yang
dikorbankan untuk semua itu?
Dalam segala hal kita dapat mengalaminya sendiri sehingga kita mampu dan paham mana yang baik dilakukan dan mana yang kurang baik untuk dilakukan?. Untuk menunjang kesuksesan
orang tersebut. Cara yang paling murah adalah “Meminjam/Meniru pengalaman dari Orang Lain”.
Saat Anda membayar penuh pengalaman Anda serdiri, Anda akan membayarnya dengan uang/harta benda, waktu, dan penderitaan. Bila Anda meminjam pengalaman orang lain dari orang
yang telah lebih dulu sukses, orang tersebut telah membayar semua itu, Anda hanya menirukan saja. Tetapi sangatlah disayangkan kebanyakan orang lebih suka membayar penuh pengalamannya.
HUKUM SEBAB – AKIBAT (CAUSE AND EFFECT)
Hukum sebab-akibat adalah hukum yang menjadi pondasi dari ilmu matematika, fisika, biologi, teknologi, penemuan, obat, dan perang. “Ada Sesuatu Penyebab untuk Segala Sesuatu yang
Terjadi”. Artinya segala sesuatu yang Anda lakukan akan menghasilkan sesuatu, jadi apa yang Anda peroleh sekarang adalah akibat dari sesuatu yang anda lakukan di waktu lalu. Jadi jika Anda ingin meraih kesuksesan dalam bidang financial, temukan satu atau lebih orang yang telah meraih kesuksesan tersebut lalu ikuti cara mereka meraihnya, di awalnya Anda memperoleh sedikit setelah Anda mengikuti apa yang mereka lakukan Anda akan memperoleh
semakin banyak dan lama kelamaan menuju ketempat mereka.
“Kesuksesan Meninggalkan Jejak” Kesuksesan bukanlah Kebetulan, Kegagalan juga bukan suatu Kebetulan.
UBAH PEMIKIRAN ANDA, UBAH HIDUP ANDA
Cara Anda berpikir sangatlah berpengaruh kepada apa yang Anda katakan, perbuat, mengambil keputusan. Karena itu cara berpikir Anda akan memberikan dampak yang sangat besar kepada keberhasilan Anda. Segala sesuatu yang Anda lihat tergantung dari apa yang Anda pikirkan, karena segala sesuatu tidaklah berarti sesuatu sebelum Anda memberikan arti kepada hal tersebut.
Seperti yang tejadi terhadap ibu dari Thomas A. Edison(seorang penemu, salah satunya adalah bohlam lampu), ketika Thomas kecil dikeluarkan dari sekolah, Ibu Thomas langsung mengambil alih semua pendidikan Thomas dan mencari tahu apa yang sebenarnya yang diperlukan Thomas kecil untuk belajar dan kepada siapa dia harus belajar.
Ibu Thomas tidaklah berhenti, putus asa, menyerah atau hanya menyalahkan sekolah tempat Thomas kecil pernah belajar, tetapi beliau berpikir segala sesuatu yang terbaiklah yang Thomas pantas dapatkan, dan beliaulah yang berkewajiban membimbing Thomas dan mencari orang yang dapat membantunya agar menjadi apa yang Thomas inginkan.
Demikian pula dalam bisnis kadang-kadang apa yang orang lain menganggap sebagai masalah, sebagian orang lain tidak mengangap apa-apa, sebagian orang mengangap sebagai peluang.
Intinya adalah segala sesuatu yang Anda lihat atau alami tergantung dengan bagaimana Anda berikan arti kepada hal tersebut, pemikiran itulah yang membuat Anda merespon sesuai
dengan apa yang Anda pikirkan.
HUKUM KEYAKINAN (THE LAW OF BELIEF)
Segala sesuatu yang Anda yakini dengan amat sangat, penuh percaya diri, optimis, keyakinan positif, semua ini akan membawa Anda kepada ke akhir tujuan Anda untuk meraih kesuksesan.
Tetapi bila Anda memiliki keyakian negative, ragu-ragu, maka hal tersebut tidak akan membawa Anda kearah kesuksesan, itu hanya membuat Anda berjalan di tempat.
Jika Anda benar-benar yakin bahwa Anda tidak akan lebih baik dari orang lain, Anda tidak akan berusaha untuk menjadi lebih baik dari orang lain, karena Anda akan baik dari orang lain, karena Anda akan merasa percuma saja berusaha karena itu akan sia-sia belaka. Tetapi bila Anda yakin bahwa Anda akan lebih baik dari orang lain, Anda akan mencari tahu
cara untuk menjadi lebih baik dari pada orang lain dan berusaha keras untuk belajar, mencoba, dan berjuang keras agar memperoleh keberhasilan. Sudah tentu hal tersebut akan membawa Anda kepada kesuksesan yang Anda kejar.
Dengan keyakinan ini tidak akan satupun yang dapat menahan Anda dalam meraih kesuksesan, kualitas inilah yang dibutuhkan bila Anda ingin menjadi seorang pebisnis yang sukses.
Tahukah Anda bahwa potensi diri Anda sangatlah besar hanya saja Anda belum dapat mengoptimalkan potensi diri Anda.
Di dalam penelitian bahwa kemampuan manusia rata-rata yang dipergunakan hanyalah di bawah 25%. Bayangkan bila seseorang menggunakan kemampuannya baru 10% lalu orang tersebut berusaha
keras sehingga dia dapat menggunakan 20% dari kemampuannya. Ya itu berarti kenaikan 100%(seratus persen). Tahukah Anda kenaikan yang 100% persen ini bukan berarti menjadikan
orang terebut memperoleh peningkatan hasil 100%, tetapi pada kenyataan nya hasil yang dihasilkan bukan hanya 100% melainkan lebih dari itu mungkin 200%, 300%, 500%, bahkan MELEBIHI 1.000%. Luar Biasa! Bukan?
Kesuksesan Anda, ditentukan oleh Anda sendiri, hal-hal lainnya adalah bagaimana Anda dapat memanfaatkanya untuk mendukung keberhasilan Anda, semua itu tergantung dari kemampuan
dan keyakinan Anda.
Di dalam artikel bulan depan saya akan membahas beberapa hukum kekesuksesan lainnya (The Law of Expectation. The Law of Attraction, The Law of Correspondence, The Law of Concentration, dan lainnya) dan lanjutan dari bagaimana menjadi pebisnis yang sukses dalam program “The Way to Wealth”.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more