Highlight

When Business Meet Leisure

 

Perjalanan bisnis/dinas (business travel/ tourism) adalah perjalanan resmi yang dilakukan seseorang untuk keperluan bisnisnya atau yang berhubungan dan berkaitan dengan kegiatan usahanya.

When Business Meet Leisure

Motif dari perjalanannya sangat bervariasi. Beberapa motif yang populer misalnya mengunjungi pelanggan (customer), mengunjungi mitra bisnis (supplier, partner), mengunjungi pameran (exhibition) yang mempunyai agenda Business to Business, berpartisipasi dalam sebuah kongres atau seminar, mengikuti kursus dan/atau pendidikan singkat, mengikuti study trip, studi banding, dan lain sebagainya.

Pada umumnya perjalanan bisnis ini memakan waktu yang relatif singkat sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Perjalanannya bisa antar kota, antar pulau dalam negeri, atau juga bisa melakukan perjalanan ke kota-kota atau daerah di luar negeri.

Yang bersangkutan adalah utusan resmi perusahaan dan biasanya seluruh biaya pokok perjalanannya ditanggung oleh perusahaan. Biaya pokok tersebut antara lain adalah: tiket perjalanan (kendaraan kantor, bus umum, kereta api, kapal laut, penerbangan), akomodasi, transportasi lokal/setempat, asuransi perjalanan, uang makan, dan uang saku. Varian laporan pertanggungjawaban penggunaan biaya itu juga bermacam-macam, tergantung kebijakan perusahaan masing-masing, ada yang biaya pengeluarannya dipertanggungjawabkan keseluruhannya, dan ada juga yang hanya sebagian saja yang harus dipertanggungjawabkannya karena sebagian lainnya sudah diurus oleh perusahaan. Besaran biayanya juga bervariasi sesuai dengan kebijakan perusahaan masing-masing.

Sering perjalanan dinas ini diselingi dengan ‘leisure trip’ ataupun ’excursions’ ketika mereka berada di destinasi tersebut. Terlebih lagi kalau destinasi tersebut merupakan daerah yang baru dan belum pernah dikunjunginya. Mengingat bahwa berwisata sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka setelah urusan bisnisnya selesai, biasanya mereka mempergunakan kesempatan untuk berwisata, melihat dan menikmati hal-hal menarik di destinasi tersebut. Kesempatan seperti inilah yang lazim disebut sebagai “When Business Meet Leisure”.

 

Apa-apa saja yang sebaiknya dipersiapkan jika Anda akan melakukan perjalanan bisnis?

Persiapan umum:

  • Mengetahui dengan jelas destinasi yang dituju. Misalnya, tujuannya Eropa yang sedang musim dingin (winter), tentunya ia harus mempersiapkan pakaian yang cocok dengan suasana winter.
  • Jika perjalanan dinasnya ke luar negeri, persiapkan passport yang masih berlaku sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan terhitung tanggal ia masuk ke suatu negara.

Contoh: katakanlah ia akan masuk ke negara Belanda pada tanggal 1 Agustus 2011.Maka masa berlaku passport-nya tidak boleh kurang dari tanggal 1 Maret 2012. Jika masa berlaku passport-nya sampai dengan tanggal 10 Januari 2012, maka ia harus mengganti passport-nya.

  • Jika mengharuskan memakai visa, maka uruslah visa sebelum keberangkatan. Dalam kasus passport expiry date-nya seperti contoh di atas, maka sebaiknya passport diperbaharui dahulu supaya cap visanya akan tertera di passport baru yang masih valid.
  • Persiapkan mata uang yang diperlukan sesuai dengan negara tujuan, atau setidak-tidaknya bawalah ‘USD bank-notes’ atau kartu kredit.
  • Browsing di internet sekilas mengenai destinasi yang akan dituju (bahasa, lands and people, main streets, lokasi bandara dan hotel tempat menginap, dll)
  • Persiapkan dan bawalah pakaian dan perlengkapan sehari-hari seringkas dan se-simple mungkin.

 

 

Persiapan khusus dalam rangka bisnis (perusahaan):

  • Memahami tugas yang diberikan perusahaan. Lengkapi semuanya dalam bentuk ITINERARY/ program dan agenda secara jelas, mendetail.
  • Mempersiapkan semua materi ataupun bahan-bahan yang diperlukan dalam perjalanan dinas ini. Contoh: jika harus memberikan presentasi, maka persiapkan materi presentasi dan simpan materi tersebut dalam flash-disk. Alangkah baiknya jika bisa membawa laptop atau sejenisnya untuk memudahkan diri dalam memberikan presentasi nanti.
  • Membawa surat tugas atau surat keterangan apapun yang menyatakan bahwa Anda adalah utusan resmi perusahaan pada event yang akan dituju.
  • Perhatikan agenda event-nya. Apakah ada acara yang memerlukan pakaian resmi (jas, dasi, tuxedo, batik lengan panjang, seragam tertentu) atau tidak.
  • Periksa kelengkapan perjalanan lainnya, misalnya tiket transportasi, konfirmasi akomodasi, konfirmasi  transportasi lokal, asuransi perjalanan, dan berbagai konfirmasi-konfirmasi penting lainnya. Untuk memudahkan pengurusannya (hassle free), banyak perusahaan yang mempergunakan jasa Biro Perjalanan yang telah terbiasa mengurus perjalanan dinas korporasi.
  • Membawa biaya perjalanan yang besarannya sesuai dengan peraturan dan kebijakan perusahaan. Seandainya memungkinkan bawalah juga uang pribadi secukupnya untuk membeli tours dan oleh-oleh khas dari destinasi tersebut.

 

Persiapan pribadi, khusus jika mau mengkaitkan wisata di destinasi tujuan setelah urusan bisnis selesai:

  • Browsing di internet mengenai obyek-obyek wisata menarik di destinasi tersebut, juga dapat mencari informasi mengenai tour-tour apa saja yang tersedia di kota / daerah tersebut.
  • Persiapkan dana pribadi untuk membiayai acara wisata ini.
  • Mewaspadai dan menjaga passport sebaik mungkin. Ingat, bahwa passport itu adalah ‘nyawa’ Anda selama berada di luar negeri.
  • Siapkan hati, pikiran dan mental Anda untuk enjoy the tours dan selalu meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi perlindungan selama dalam perjalanan dan selamat tiba kembali di rumah.**

Bondan Nurdiyanto

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Focal Point Coaching
PAULISTA SHOES
MIS
AJ Bakery
www.elliessutrisna.com
Blomst
Wealthy Billionaire
Excellent Learning Center
PROLINK
Video Art Indonesia
HOTLINER
HDP
HOP HOP
Twitter EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
HDO
Scanie
Buku KOMPILASI
Prima Graphia
EXCELLENT BUSINESS MAGZAvailable Space