
Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto, masih terus mengingat filosofi, ayahanda tercintanya, (alm) Soedarpo Sastrosatomo -- pemilik kelompok usaha Soedarpo --. Lewat filosofi sang ayah, karakter dan pribadinya telah terbentuk menjadi wanita tangguh yang mampu meraih prestasi serta kesuksesan dal

am maupun luar negeri. Prestasi ini berbeda jauh dari apa yang diraih wanita lain di tanah air pada masanya. Terutama untuk bisnis, manajemen
adminsitrasi perusahaan dan penguasaan informasi teknologi komputer.
Hasilnya, sejumlah jabatan bisnispun diembannya atas prestasi tersebut. “Bapak mengatakan, kalau uang bisa diambil orang setiap saat. Bila sudah tidak ada, kamu bisa apa? Tapi kalau kamu punya pendidikan dan menguasainya, kamu punya nilai tambah. Orang tidak bisa mengambilnya, kecuali yang Maha Kuasa,”ungkap Direktur Utama PT Ngrumat Bondo Utomo (NBU) ini kepada majalah EXCELLENT, menjelaskan pentingnya pendidikan bagi sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci kesuksesan.
Karena itu, cucu Wiranatakusumah – mantan Menteri Dalam Negeri di masa Pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS)– ini menegaskan, pendidikan merupakan aset. Dan aset ini berhubungan erat dengan SDM, sehingga menjadi penentu bagi kesuksesan serta prestasi perusahaan.
“Saya begini ini, ciptaan Bapak. Saat lulus SMA, beliau mengutarakan kalau ingin mempelajari sesuatu, tekuni sesuatu yang berperan di masa mendatang” tuturnya. Ketika Shanti bertanya apakah itu, sang ayah menjawab computer, urai putri tertua pasangan Soedarpo Sastrosatomo
dan Minarsih (Mien) Soedarpo, mengenang pesan ayahnya. Istri Hendrarto Poesposoetjipto ini mengungkapkan, tingginya kedisiplinan dan pentingnya pendidikan yang diterapkan kedua orangtua terhadap anak-anaknya, menjadi dasar dibalik pencapaian kesuksesan. Situasi seperti inilah yang
dirasakan Shanti. Sikap kepedulian orang tuanya terhadap pendidikan dan disiplin dalam mendidik, diakuinya, sebagai kearifan menjamin masa depan dia dan adik-adiknya. Padahal, tak dipungkiri Shanti, seraya mengingat masa lalu, ia tak ubahnya seperti remaja kebanyakan. Penguasaan
alat musik piano adalah aktifitas yang ditekuni sampai akhir SMA. Bahkan sempat mengikuti konser remaja dan mengisi acara music klasik di TVRI..
Namun, kata Shanti, ayah tidak rela membayangkan puterinya kelak menafkahi hidup sebagai “guru piano”. Apalagi, menurut sang a yah, kunci sukses pianis tidak semata bertumpu kepada kepiawaian bermain. Faktor lucky pun dibutuhkan, kenang Shanti lagi.
Tahun 1966, Shanti pun me ngambil studi pendidikan Teknik Elektro spesialisasi ilmu komputer di Technical University di Munich, Jerman. Keinginan ini di latarbelakangi hasrat Soedarpo saat bertugas di Amerika Serikat tahun 1948-1952, ingin memperkenalkan permberdayaan Teknologi Komputer
di Bumi Indonesia Tahun 1974 Shanti akhirnya menamatkan kuliahnya dan meraih gelar Diplom Ingenieur (Dipl.Ing). dan kembali ke Indonesia.
Memulai karir di tanah air, orang tuanya memintanya bergabung ke Soedarpo Corporation. Menangani Soedarpo Service Bureau – sebuah Pusat
Pengolahan Data Komersial – perusahaan jasa pengembangan aplikasi dan pemakaian komputer bagi masyarakat Indonesia di Jakarta.
Selama 4 tahun berkarir, tepatnya tahun 1978, dibawah pimpinannya, Soedarpo Service Bureau berhasil melakukan komputerisasi aplikasi disbursement untuk PT Samudera Indonesia, -- perusahaan pelayaran yang didirikan Soedarpo bersama rekan seperjuangannya tahun 1964--. Dimana, aplikasi tersebut menurut Shanti, berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Begitu pula kegiatan di perusahaan Soedarpo Group lainnya,
seperti di PT. Praweda Ciptakarsa Informatika. Perusahaan yang berperan penting melakukan komputerisasi diberbagai instansi pemerintah maupun swasta di tanah air.
Keberhasilan ini, akhirnya berlanjut terus hingga kini. Prestasi demi prestasi akhirnya ia raih. Jabatan strategispun diembannya. Termasuk di PT Ngrumat
Bondo Utomo (NBU), sebagai Direktur Utama sekaligus komisaris utama bagi perusahaan salah satu pemegang saham utama di PT Samudera Indonesia Tbk dan PT Asuransi Bintang Tbk. Begitu pula beberapa posisi penting di berbagai organisasi profesi seperti anggota Dewan Profesi & Asosiasi Masyarakat Telematika Indonesia (DPA-MASTEL), ketua Dewan Penasehat dan anggota Dewan Pembina The Financial Club (TFC) Jakarta. wakil ketua Jakarta Oldtown Kotaku (JOK), anggota Dewan Penasehat AIESEC International (Indonesia), anggota Dewan Komisaris PT Putri Naga Komodo.
Sementara di pendidikan, wanita berkemampuan berbicara dalam bahasa Jerman dan Inggris ini duduk sebagai anggota Dewan Asia Timur
Sekolah Manajemen INSEADFontainebleau/France-Singapore. ketua Pengawas Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (YPPM), anggota
Majelis Wali Amanat ITB periode 2006-2011, anggota Dewan Sekolah Manajemen dan Bisnis (SMB) – ITB, serta anggota Dewan Penyantun Universitas Terbuka, Jakarta, Universitas Sanata Dharma-Yogyakarta.
Atas prestasi dan pencapaian kerjanya, November 2002, Shanti dianugrahi ‘Women Inspire 2002 Award’ untuk bidang Teknologi Informatika di kawasan Asia Pasifik diselenggarakan Women’s Business Connection (WBC) Singapura. Selang beberapa tahun, Oktober 2007 dan 2008, namanya tercatat di
majalah Globe Asia, sebagai wanita berpengaruh di Indonesia dengan peringkat 14 dari 99 wanita Indonesia diseleksi. November 2009 berada diperingkat 10. Pada waktu bersamaan, Shanti dinobatkan sebagai Woman Entrepreneur of The Year 2009, dalam acara Asia Pacific Entrepreneurship
Award 2009 Indonesia diselenggarakan Enterprise Asia. Karena itu, Shanti menegaskan, penanaman pengertian pentingnya pendidikan dari ayahnya mengakibatkan ia begitu peduli terhadap aspek pengembangan sumber daya manusia.
Baginya SDM terdidik adalah asset utama dari kelompok usaha yang dipimpinnya. Belajar tiada henti adalah pedoman hidupnya. Karenanya
ia berharap setiap individu para karyawannya harus memiliki bekal pengetahuan dasar berkelanjutan dalam berkarir. Keberhasilan usaha, tegas Shanti, ditentukan kemampuan dan ketrampilan SDM sehingga menunjang pencapaian kegiatan usaha tersebut. Karena itu, PT Samudera Indonesia, memiliki Program Pengembangan Manajemen Eksekutif. Program ini bertujuan membina dan meningkatkan pendidikan berdasarkan kurikulum yang dirancang dan dirumuskan bersama oleh Manajemen Kelompok Usaha Samudera Indonesia. Namun, Shanti juga menuturkan, meski pendidikan SDM
merupakan hal penting, disatu sisi perusahaan dianggap perlu menyikapi setiap aspirasi karyawan bekerja di perusahaan. Karena ini justru bermanfaat dalam memacu kinerja SDM perusahaan.
Selain itu, perusahaan harus beradaptasi terhadap perkembangan dan permintaan pasar. Perusahaan diminta mencermati penguasaan bidang industri yang
ditekuni perusahaan sebagai langkah strategis menghadapi persaingan bisnis. Mampu menganalisa situasi dan pergerakan industri. Berjuang
di tempat kompetitif, termasuk di era perdagangan bebas, serta mampu mengembangkan jasa dan beroperasi dalam batas–batas wajar sesuai ketrampilan dan kemampuan.
“Kalau kita lengah, kita kalah, Analisa dan lakukan strategi terbaru menghadapi persaingan,” tukas wanita penggemar olah raga golf, hiking, tennis, pencinta alam, seni, musik dan budaya ini. Transparansi juga merupakan instrumen penting dalam penetrapan sistim kerja perusahaan, tambah Shanti. Sebab,
transparansi kebijakan dalam sistim pengembangan SDM, profesionalisasi, peta alur karir, sistim imbalan bagi karyawan merupakan tantangan utama dalam memacu kinerja organisasi. Transparansi dianggap mumpuni dalam peningkatan dan prestasi baik karir karyawan maupun perusahaan.
Dialog profesionalisme dan integritas profesi serta kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga karyawan, profesionalitas individu, “melek angka” juga sangat penting dilakukan. Artinya, kata Shanti, kewajiban pimpinan dalam berorganisasi memastikan tersedianya calon2 pengganti dirinya sebagai pimpinan. Kebesaran hati pimpinan untuk mau menetapkan masa berakhirnya jabatan diemban seseorang didalam suatu organisasi perlu dilakukan.
Kebijakan wajib belajar yang dilakukan pemerintah dan tingginya kesadaran masyarakat akan makna pendidikan telah meningkatkan jumlah ketersediaan SDM sebagai tenaga terdidik di tanah air. Sehingga, tiba waktunya bagi SDM memusatkan perhatian terhadap peningkatan kwalitas kemampuan dan ketrampilan dalam peningkatkan “daya saing” bangsa. Tersedianya kebijakan2 program pengembangan karir lewat training, coaching-mentorship, sistim penilaian dan imbalan prestasi pencapaian kerja, semasa SDM-SDM muda meniti karirnya menjadi bekal meraih peluang duduk di posisi puncak manajemen.
Dengan kata lain, pemimpin lama harus rela menyerahkan posisinya kepada SDM muda yang memiliki integritas dan kemampuan tinggi dalam
memajukan kegiatan usaha perusahaan.
KARAKTERISTIK BUDAYA
Dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan, kadangkala terbentur dalam proses transformasi budaya kerja. Kebijakan, diambil perusahaan
di bidang program pengembangan SDM dalam era globalisasi, satu sisi menimbulkan kesenjangan. Sedangkan di sisi lain, secara strategis, tujuan
kebijakan tersebut dapat menentukan kemampuan perusahaan mengantisipasi dan menyikapi peluang-peluang di masa depan, lima atau 50 tahun
kedepan. Akibatnya, kebijakan kerap tidak mema dai dan memacu laju perkembangan usaha. Karenanya pimpinan dan segenap karyawan harus berani
merubah. Atau menyesuaikan kebijakan-kebijakan untuk memenuhi tuntutan laju perkembangan perusahaan dan zaman. Begitupula soal kesenjangan
dalam ke tersediaanya lapangan pekerjaan bagi SDM. Khususnya bagi mereka yang memiliki pendidikan dan berintegritas tinggi. Ketidaktersediannya
lapangan kerja tepat sesuai pendidikan dan pengalaman kerja insan Indonesia, mengakibatkan ba nyak SDM memutuskan mencukupi tuntutan hidupnya untuk berkarir di negara lain. Kondisi ini menjadi persoalan besar terkait SDM yang terjadi di tanah air.
Untuk itu, Shanti berharap pemerintah harus berani menjemput bola, mengundang SDM-SDM terdidik dan berpengalaman yang berkarir di luar negeri kembali ke tanah air. Serta bahu membahu bersama SDM di tanah air meningkatkan mutu efisiensi dan effektiftas kerja bangsa demi tercapainya negara atau bangsa Indonesia yang kompetitif.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more