
Krisis moneter yang mendera perekonimian Indonesia pada tahun 1997 telah menantang para pebisnis Indonesia untuk bertahan hidup. Apalagi jika produk yang dipasarkan berasal dari luar negeri dan nilai nominalnya dalam mata uang asing. Praktis, masa-masa ters

ebut adalah masa suram dalam perekonomian Nasional. Sun Hope, salah satu bisnis yang berasal dari Amerika Serikat yang dibawa pertama kali oleh Alexandra Dewi beserta sang suami adalah salah satu dari deretan pendek bisnis yang mampu bertahan melewati masa tersebut.
Petang itu Alexandra Dewi bertemu dengan EXCELLENT di kantornya yang terletak di bilangan Radio Dalam. Gedung yang sebenarnya terdiri dari 3 ruko itu menjadi tempat bersejarah bagi perjalanan bisnis Sun Hope, bisnis multi level marketing yang ia jalankan bersama sang suami.
Bermula dari sebuah niat memiliki mata pencaharian di negeri sang isteri, pasangan ini akhirnya sepakat untuk membuka cabang Sun Hope di Indonesia dengan kantor cabang pertama di Jakarta. Kantor cabang pertama di Indonesia berada di Menara Mulia, sebuah lokasi perkantoran yang pembayaran menggunakan sistem floating rate. Hal ini praktis menjadi tantangan besar ketika gelombang krisis moneter menghantam perekonomian Indonesia.
Belum lagi dengan produk-produk yang semuanya didatangkan dari luar negeri, maka menurunnya nilai Rupiah terhadap US Dollar sangat mempengaruhi aspek keuangan perusahaan ini. Pengalaman tersebut menjadi sebuah pembelajaran bagi Alexandra dan sang suami yang kini telah memasuki tahun ke-14 bersama Sun Hope.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELENT, edisi April 2011.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more