
Bisnis franchise atau waralaba merupakan salah satu bisnis yang banyak diminati masyarakat beberapa tahun belakangan. Ini bisa dimaklumi, karena banyak masyarakat yang ingin memutar uangnya di dunia usaha, tetapi takut gagal karena tidak memiliki pengalaman yang cukup. Dengan mengambil franchise, re

siko kegagalan bisa diminimalisir, apalagi jika franchise yang diambil sudah terbukti sukses. Selain itu, bisnis Franchise juga mudah dijalankan karena memiliki system yang sudah teruji, sehingga terwaralaba atau orang yang membeli franchise (franchisee) tidak perlu terlibat secara penuh dalam menjalankan bisnisnya. Cukup tanamkan modal, dan system yang akan bekerja dengan sendirinya. Meskipun begitu, bukan berarti semua usaha yang difranchisekan pasti bisa mendatangkan keuntungan bagi pewaralaba. Banyak usaha yang difrenchisekan pada awalnya memang tampak prospektif dan menggiurkan, tetapi hanya dalam hitungan satu atau dua tahun gulung tikar, bahkan tanpa meninggalkan bekas sama sekali. Jika sudah demikian, terwaralaba pasti ikut merasakan kerugian juga. Karena itu, sebelum memutuskan mengambil sebuah bisnis franchise, kita harus benar-benar menimbang dan menganalisa dengan jeli franchise yang mana yang layak kita ambil. Kesalahan menentukan pilihan hanya akan membuat harapan kita untuk menangguk untung dari bisnis ini malah semakin jauh dari kenyataan. Berikut beberapa tips yang mungkin perlu anda lakukan sebelum menentukan bisnis franchise apa yang akan anda ambil: 1. Pastikan bahwa franchise yang Anda ambil benar-benar memiliki brand yang bagus dan sudah dikenal di masyarakat luas. Brand yang bagus bukan berarti harus produk luar negeri. Banyak juga produk-produk lokal yang sudah memiliki brand yang bagus dan terbukti sukses. 2. Pelajari sudah berapa lama bisnis tersebut berjalan. Boomingnya usaha franchise di tanah air diakui menggiurkan banyak orang untuk mewaralabakan bisnis yang dimilikinya hanya demi mengejar keuntungan sesaat. Apalagi kebanyakan terwaralaba kita biasanya hanya ikut-ikutan trend, sehingga mudah mengambil franchise hanya karena banyak orang yang mengambil franchise bisnis tersebut. Padahal, bisnis tersebut belum terbukti sukses dalam jangka waktu yang cukup. Sebuah bisnis sudah layak untuk dipertimbangkan diambil franchisenya jika sudah berjalan sekitar 5-10 tahun. Semakin lama bisnis itu berjalan, maka semakin besar kemungkinan untuk terus berkembang. 3. Pelajari apakah franchise yang akan Anda ambil memiliki system yang standard dan baik. Apakah bisnis itu memiliki standar operation sistemnya (SOP),dan petunjuk teknis pelaksanaan (JUKNIS). Banyak bisnis franchise yang gagal di tengah jalan karena tidak memiliki system yang tertata baik, padahal produk yang dijualnya banyak disukai masyarakat. 4. Pelajari dokumen dan perjanjiannya, dan tanyakan bagaimana support dan dukungan franchisor terhadap franchisee. Tidak sedikit perusahaan franchise yang mengabaikan dukungan dan bimbingan kepada franchiseenya, sehingga franchisee itu terkesan ditinggal begitu saja setelah outletnya berdiri. Beberapa teman saya mengeluh mengalami hal seperti itu. Padahal, ketika memutuskan mengambil franchise, dirinya membayangkan akan mendapat dukungan dan monitoring atau bahkan bimbingan berkala untuk kesuksesan bisnisnya. 5. Yang tidak kalah pentingnya adalah mencari informasi dari franchisee yang sudah lebih dahulu mengambil bisnis itu. Tanyakan kepada mereka, apakah perusahaan franchise benar-benar memberi support dan dukungan yang baik sebagaimana yang tertulis dalam perjanjian yang sudah disepakati atau tidak. Apakah mereka puas dengan pelayanan dan system franchise yang selama ini dijalankan. 6. Pelajari dan carilah informasi dari berbagai media, baik buku, majalah, Koran, radio, televise maupun internet tentang keunggulan dan kekurangan berbagai jenis bisnis franchise yang sudah berkembang, sehingga informasi itu bisa menjadi panduan bagi kita dalam menentukan bisnis franchise mana yang akan Anda pilih. Selamat berbisnis!


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more