
Masa lalu bagi sebagian orang yang sering kali dirasakan sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan. Ketika masa lalu yang tidak mengenakkan itu diolah, maka ia bisa menjadi sebuah daya yang mendorong kita menuju masa depan yang lebih baik. Suhanda Wijaya, Managing Director PR

OLINK Indonesia, menuturkan kisah masa lalunya hingga kini ia berhasil mencapai level yang dahulu sebatas impian.
Pria kelahiran Jakarta 47 tahun lalu ini telah menjalani sebuah perjalanan yang menempa dirinya. Berlatar belakang kehidupan dari keluarga yang serba terbatas mengharuskan Suhanda beserta kelima saudara kandungnya untuk melakukan kerja sambilan. Apa pun Suhanda kerjakan. Mulai dari bekerja di pabrik permen, pegawai toko dan sales freelance. Pengalaman kerja sudah ia alami ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Di jenjang berikutnya, tingkat menengah dan atas, juga masih harus ia lakoni sebagai pekerja. Ia lakukan itu semua untuk membantu meringankan orang tuanya.
Kepadatan jadwal dan tugas sekolah tidak menghalangi Suhanda untuk menyambinya dengan bekerja. Ia diharuskan untuk menggunakan waktu dalam sehari secara ketat dan efisien.
Kondisi yang tidak jauh berbeda juga masih ia lakoni setelah lulus dari sekolah menengah atas. Pagi hari ia bekerja di kantor, sedangkan malam harinya ia belajar di kampus Universitas Bina Nusantara yang dahulu bernama Akademi Teknik Komputer.
Pengalaman bekerja sebagai sales freelance produk beta movie dari SMA memang telah memberikan penghasilan yang lebih dari cukup bagi Suhanda. Namun pekerjaan tersebut dirasakan tidak memberikan prospek yang cukup baik untuk perkembangan karir Suhanda. Maka dari itulah ia harus menghadapi ujian pertama dalam kehidupannya, yaitu harus memilih untuk tetap bekerja sebagai sales freelance yang telah memberikan pendapatan cukup besar atau bekerja sebagai tenaga sales sepenuhnya pada suatu perusahaan dengan penghasilan yang tidak sebesar sales freelance. “Hal ini merupakan keputusan yang tidaklah mudah bagi saya,” kata Suhanda.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi Desember 2010-Januari 2011.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more