
Dulu ibu saya sering ditanya oleh teman-temannya, “Anaknya belajar apa di Amerika?”
Ibu saya jawab, “Belajar drum.”
“Maksudnya apa? Belajar bikin drum buat minyak?”
“Drum. Mainkan, Gilang,” kata

ibu saya.
Dan mereka pun tidak mengerti apa yang saya lakukan, yaitu memainkan drum.
Ibu saya hanya menjawab simple sekali, “Kalau semua belajar bisnis, dokter, lantas yang main musiknya siapa di Indonesia? Yang menghiburnya siapa?”
Itulah sepenggal kisah yang dituturkan oleh musisi senior Indonesia, Gilang Ramadhan, saat bertemu dengannya di daerah Bintaro. Terlahir dari pasangan Ramadhan KH, salah seorang sastrawan besar yang turut mempelopori munculnya Taman Ismail Marzuki, dan Pruistine Ramadhan, seorang diplomat, memberikan kombinasi yang unik dalam kehidupan Gilang Ramadhan.
Tahun 1973, seluruh keluarganya berangkat dan tinggal di Paris, Perancis. Di sanalah Gilang muda berkenalan dengan musik. Setelah 2 tahun di Paris, sang ibu membelikan sebuah drum. Awalnya instrumen drum itu diperuntukkan bagi kakaknya. Kenyataan malah menunjukkan bahwa Gilanglah yang lebih bersemangat dan menyenangi instrumen itu. Hingga tahun 1978, keluarga kembali ke Jakarta, Indonesia. Gilang yang waktu itu duduk di bangku SMP masih semangat menggebuk drum.
Tak berapa lama, 1,5 tahun kemudian sang ibu mengajak keluarga ini untuk pindah ke tempat tugas yang baru, Los Angeles, Amerika Serikat. Mendengar aneka musik seperti jazz, rock di radio kapan pun. Jejeran billboard yang memasang jadwal pertunjukan musik. Semuanya tampak seperti surga bagi Gilang dan Gumilang, kakaknya.
Hollywood dengan segala kegalamorannya juga menunjukkan sisi gelap. Di sana, setiap orang bisa menyimpan dan memiliki senjata api. Kondisi yang seperti inilah yang membuat sang ibu dan bapak untuk berpindah Swiss. Sedangkan Gilang dan sang kakak tetap studi di Amerika Serikat.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi November 2010.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more