
Memasuki sebuah dunia retail perhiasan yang telah sesak dipenuhi oleh para pemain lama memang berisiko tinggi. Wanda Ponika dengan Flawless Jewellery, sebuah butik perhiasan berlian miliknya, memasuki bisnis perhiasan di tahun 2008. Berbekal pengalaman sela

ma 15 tahun di industri dan bisnis perhiasan telah memberinya keyakinan dan pengetahuan yang mumpuni untuk menjalani bisnis perhiasan di Indonesia. Bagaimana Wanda melihat bisnis perhiasan di Indonesia? Apa saja posisi dan sikap yang diambilnya untuk bertahan dan maju di bisnis ini?
Wanita cantik kelahiran Denpasar, Bali ini mengakui bahwa sedari kecil telah menyukai fashion. Maka tidaklah mengherankan apabila ia banyak sekali membaca majalah-majalah fashion, membaca profil para desainer terkenal. Hal ini benar-benar memotivasi dirinya untuk suatu saat mampu meraih kesuksesan serupa.
Sebuah rintisan bermula ketika Wanda berumur 13 tahun. Di usia mudanya ia menulis artikel tentang fashion di media lokal, yaitu Bali Pos. Di usia 17 tahun, dirinya mulai ikut lomba desain fashion se-Indonesia. Tak disangka-sangka, ternyata ia pun memenanginya. Inilah pintu gerbang baginya untuk mengikuti lomba serupa di tingkat Asia. Di sinilah ia harus menemui kenyataan berbeda. Karya desain fashionnya tidak meraih gelar apa pun. Tapi justru karya desain perhiasannya yang muncul sebagai pemenang utama dan memenangkan grandprize. Sebagai peserta termuda dengan prestasi gemilang tersebut tentunya memberi kebanggaan tersendiri bagi Wanda.
Jauh sebelum mengikuti lomba tersebut, ketika ia masih duduk di bangku SMP, ia telah membayangkan bahwa ketika lulus SMA nanti, Ia harus mampu meraih mimpinya untuk bersaing dengan yang terbaik dan tampil menjadi yang terbaik, serta menciptakan sesuatu yang dapat dikenal banyak orang. Saat sedang mengkliping berita kemenangannya di KOMPAS, TEMPO, majalah DEWI, Wanda menganggap bahwa inilah langkah awal menuju cita-cita yang diidamkannya.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi November 2010.
Memasuki sebuah dunia retail perhiasan yang telah sesak dipenuhi oleh para pemain lama memang berisiko tinggi. Wanda Ponika dengan Flawless Jewellery, sebuah butik perhiasan berlian miliknya, memasuki bisnis perhiasan di tahun 2008. Berbekal pengalaman selama 15 tahun di industri dan bisnis perhiasan telah memberinya keyakinan dan pengetahuan yang mumpuni untuk menjalani bisnis perhiasan di Indonesia. Bagaimana Wanda melihat bisnis perhiasan di Indonesia? Apa saja posisi dan sikap yang diambilnya untuk bertahan dan maju di bisnis ini?
Wanita cantik kelahiran Denpasar, Bali ini mengakui bahwa sedari kecil telah menyukai fashion. Maka tidaklah mengherankan apabila ia banyak sekali membaca majalah-majalah fashion, membaca profil para desainer terkenal. Hal ini benar-benar memotivasi dirinya untuk suatu saat mampu meraih kesuksesan serupa.
Sebuah rintisan bermula ketika Wanda berumur 13 tahun. Di usia mudanya ia menulis artikel tentang fashion di media lokal, yaitu Bali Pos. Di usia 17 tahun, dirinya mulai ikut lomba desain fashion se-Indonesia. Tak disangka-sangka, ternyata ia pun memenanginya. Inilah pintu gerbang baginya untuk mengikuti lomba serupa di tingkat Asia. Di sinilah ia harus menemui kenyataan berbeda. Karya desain fashionnya tidak meraih gelar apa pun. Tapi justru karya desain perhiasannya yang muncul sebagai pemenang utama dan memenangkan grandprize. Sebagai peserta termuda dengan prestasi gemilang tersebut tentunya memberi kebanggaan tersendiri bagi Wanda.
Jauh sebelum mengikuti lomba tersebut, ketika ia masih duduk di bangku SMP, ia telah membayangkan bahwa ketika lulus SMA nanti, Ia harus mampu meraih mimpinya untuk bersaing dengan yang terbaik dan tampil menjadi yang terbaik, serta menciptakan sesuatu yang dapat dikenal banyak orang. Saat sedang mengkliping berita kemenangannya di KOMPAS, TEMPO, majalah DEWI, Wanda menganggap bahwa inilah langkah awal menuju cita-cita yang diidamkannya.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi November 2010.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more