
Astaga! Setumpuk pekerjaan masih teronggok di atas meja itu. Bawahan masih saja ada yang membandel. Tenggat waktu semakin mepet. Harus bagaimana ini? Kepala rasanya semakin pening saja.
Ritme p

ekerjaan yang semakin meningkat menuntut kita untuk selalu bekerja dengan optimal. Rasanya seperti diberondong sejuta tuntutan yang harus segera dipenuhi. Sering kali pola makan tidak teratur. Jenis makanan yang dikonsumsi juga biasanya makanan cepat saji. Pola hidup yang tidak teratur semacam ini berisiko meningkatkan potensi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Penyakit darah tinggi atau hipertensi (hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka diastolic (bagian bawah) pada pemeriksaan tensi darah. Pemeriksaan ini bisa menggunakan alat pengukur tekanan darah yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Angka normal tekanan darah manusia dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120 / 80 mmHG. Angka ini bisa meningkat drastis dan meningkatkan kerja jantung. Hal ini beresiko rusaknya pembuluh darah di jantung. Hipertensi biasa menjadi biang keladi terjadinya stroke dan serangan jantung.
Secara umum, hipertensi terbagi dalam 2 tipe klasifikasi, yaitu hpertensi primary dan hipertensi secondary. Tekanan darah tinggi pada jenis primer terjadi sebagai akibat dari gaya hidup dan faktor lingkungan yang tingkat stressnya tinggi.
Sedangkan pada jenis sekunder, tekanan darah tinggi lantaran adanya penyakit lain yang memicu melonjaknya tekanan darah. Misalnya gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Penyebab terjadinya hipertensi tidak melulu dari faktor internal tubuh yang telah sakit.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di majalah EXCELLENT edisi Oktober 2010.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more