
Ketika seseorang menjadi pembicara publik yang menuturkan berbagai macam hal yang baik, positif, akan menciptakan sebuah suasana yang serba optimis. Rasanya tidak ada keluh kesah yang bernada muram. Yang berpendar adalah aura positif.
 

;
Malam itu, di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, Haryo Ardito menyempatkan diri bertemu dengan EXCELLENT. Pria kelahiran Yogyakarta empat puluh lima tahun silam ini mulai menuturkan kisah hidupnya. Sedikit nostalgia.
“Saya menjalani masa kecil, remaja di kota kelahiran saya, Yogyakarta,” ujarnya. Bahkan, kuliah pun ia tidak pindah ke kota lain. Ia kuliah di STIE YKPN, Yogyakarta. Ketika masih mahasiswa, ia aktif terlibat di senat mahasiswa, koordinator olah raga, ikut pecinta alam. Maka tidak heran jika kakinya telah menjejak di Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing hingga Gunung Raung di Jawa Timur. Terlibat di banyak organisasi telah membuatnya kenal banyak teman. Di sana pula ia mendapatkan pelajaran yang tidak ia peroleh di pendidikan formal. Katanya, “Dari pengalaman saya bergaul, berorganisasi, bersosialisasi bersama banyak teman, itu ternyata memberikan saya pendidikan non formal.”
Semasa mudanya di tengah kondisi bisnis ayahnya yang mengalami kebangkrutan dan keterbatasan biaya Haryo menyelesaikan bangku kuliah dan hijrah merantau ke Jakarta di tahun 1990. Sebagai perantau, ia harus menjalani tahap awal, benar-benar mulai dari nol dengan berkendara bus kota setiap harinya. Katanya, “Saya adalah anak keenam dari enam bersaudara. Kakak-kakak yang lain sudah ke Jakarta terlebih dahulu.”
Di tahun yang sama, dirinya mendapat kerja di sebuah perusahaan garmen sebagai staf accounting. Setelah berpindah ke perusahaan garmen lainnya, masih sebagai accounting supervisor, tahun 1992 Haryo bergabung dengan sebuah perusahaan distributor nasional Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Berawal dari jabatan Chief Accounting, perjalanan karir selama dua belas tahun memberinya banyak pengalaman dengan jabatan di berbagai divisi seperti sistem administrasi hingga teknologi informasi di perusahaan tersebut.
Tahun 2004, Haryo hijrah ke perusahaan distributor nasional FMCG lainnya yang di penghujung karirnya banyak memberinya kesempatan untuk mengembangkan potensinya sebagai seorang trainer hingga public speaker atau kini publik lebih mengenalnya sebagai seorang Motivator.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di majalah EXCELLENT edisi Oktober 2010.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more