Highlight

Semerbak Aroma dari Mulut

 

Semerbak Aroma dari Mulut

 

Pada suatu siang yang terik, aku masuk ke sebuah rumah makan. Agak sulit memang untuk menemukan rumah makan yang buka pada siang hari di bu

Semerbak Aroma dari Mulut

lan puasa ini. Ini tampak dari ditutupnya etalase tempat makanan dengan kain sehingga tidak tampak dari luar.

Seorang pelayan menghampiriku. “Selamat siang, Bapak,” sapanya sembari memberiku daftar menu. Seketika itu pula tercium aroma yang menusuk hidung dari arah mulutnya. Astaga…semerbak aroma yang menciutkan rasa laparku.

Masalah yang kerap muncul ketika bulan puasa tiba adalah aroma mulut yang menyengat hidung. Tidak perlu menyalahkan diri jika kondisi mulut seperti itu. Hal ini justru lumrah. Hanya saja, kita perlu mencermati apa penyebabnya agar bisa mencegah bau mulut itu tercium oleh orang-orang di sekitar kita.

Mulut adalah sebuah tempat di tubuh manusia yang lokasinya berada di antara sisi luar tubuh dan bagian dalam tubuh. Melalui mulut, semua makanan, minuman masuk ke dalam tubuh manusia. Mulut adalah bagian pertama dari sistem pencernaan. Maka bisa dibayangkan jika ada enzim yang keluar di mulut untuk mendukung proses pencernaan makanan. Di sanalah tempat berkumpulnya sisa makanan yang menyelip di sela-sela gigi dan bakteri-bakteri.

Bau mulut yang kurang sedap (halitosis) biasanya memiliki dua sebab, yaitu faktor luar dan faktor dalam. Sejauh terkait dengan bulan puasa, bau mulut disebabkan oleh keadaan lambung yang kosong dalam jangka waktu lebih dari dua belas jam. Hal ini memunculkan aroma yang tidak sedap di rongga mulut. Selain itu penyebab lainnya adalah kurangnya produksi air liur karena mulut kita tidak mengunyah. Karenanya bakteri di dalam mulut bertambah banyak dan tingkat keasaman di dalam rongga mulut meningkat.

Lebih lanjut, masalah bau mulut di bulan puasa juga bisa disebabkan oleh tiga faktor lainnya. Pertama, masalah gigi dan mulut, seperti gigi berlubang (karies), karang gigi, dan peradangan gusi (gingivitis) merupakan beberapa penyakit mulut yang berpotensi menimbulkan bau mulut. Persoalan gigi berlubang adalah adanya penumpukan sisa-sisa makanan yang kita santap saat sahur atau berbuka. Jika tidak dibersihkan dengan tuntas, maka akan mengalami proses pembusukan oleh bakteri dan menimbulkan bau mulut. Pada gigi yang berkarang, kondisi seperti ini akan mempermudah sisa-sisa makanan menempel di sela-sela gigi sehingga sulit dibersihkan. Karang semakin tebal serta mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Persoalan gigi dan mulut bisa kita cegah dengan cara rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, terutama sebelum menjalankan ibadah puasa. Gigi yang berlubang ditambal. Lakukan pembersihan karang gigi. Biasakan menggosok gigi secara rutin dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan sebelum tidur. Kemudian bersihkan pula bagian lidah dengan alat pembersih lidah. Untuk sisa makanan yang menyelip di sela-sela gigi, gunakan dental floss atau benang gigi agar bisa menjangkau area-area yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

Dari faktor dalam tubuh, bau mulut juga bisa disebabkan oleh penyakit lain. bau mulut menjaid tanda adanya penyakit kronis, seperti maag, GERD (gastro esophageal reflux disease), diabetes, sinusitis, infeksi amandel, ginjal, dan gangguan pencernaan. Pada penderita diabetes biasanya keluar bau khas dari mulutnya, seperti bau aceton/pembersih cat kuku. Sedangkan, pada penderita GERD, bau mulut dikarenakan oleh berbaliknya asam lambung ke kerongkongan.
Bagi Anda yang mengalami permasalahan ini, sebaiknya Anda lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berpuasa. Mintalah saran dari dokter Anda tentang bagaimana cara mengatasi dan mengontrol penyakit selama berpuasa. Untuk penderita diabetes, biasakan untuk menjaga kadar gula dalam darah agar kadar gula meninggi dan menimbulkan halitosis. Untuk penderita GERD, usaha menurunkan kadar asam lambung bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat.

Persoalan berikutnya adalah masalah asupan. Biasanya di bulan puasa ini, apa pun jenis makanan yang masuk ke mulut kita akan berdampak pada bau mulut. Maka dari itu kita perlu perhatikan menu sahur dan gaya hidup.

Anda perlu membuat menu sahur dan berbuka yang kaya serat. Banyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah karena jenis makanan seperti ini bisa merangsang produksi air liur (saliva) lebih banyak. Hindarilah makanan dan minuman yang beraroma tajam, seperti bawang, petai dan jengkol. Jauhi pula makanan dan minuman yang mengandung alkohol. Jika terbiasa merokok, berusahalah untuk menghentikannya karena rokok hanya akan memperburuk kebersihan mulut. Ketika hendak sahur dan berbuka, Anda bisa mengkonsumsi plain yogurt karena yogurt dapat mengurangi jumlah bakteri di lidah. Biasakan pula untuk meminum air putih sebanyak delapan gelas setiap harinya, empat gelas ketika sahur dan empat gelas setelah berbuka. **

tgh

Artikel Lainnya

artikel

Nukegraphic - Web Design and Development
Focal Point Coaching
PAULISTA SHOES
MIS
AJ Bakery
www.elliessutrisna.com
Blomst
Wealthy Billionaire
Excellent Learning Center
PROLINK
Video Art Indonesia
HOTLINER
HDP
HOP HOP
Twitter EXCELLENT BUSINESS MAGZ
Facebook EXCELLENT BUSINESS MAGZ
HDO
Scanie
Buku KOMPILASI
Prima Graphia
EXCELLENT BUSINESS MAGZAvailable Space