
Muhammad Kadrial
Semangat Melayani dalam Berbisnis
Siang itu, EXCELLENT berhasil menemui seorang pribadi yang berada di balik nama besar RPX. Kesuksesan yang diraihn

ya tidak lepas dari usaha dan kerja keras yang ia lakukan selama lebih dari satu dekade di RPX.
Pada dekade enam puluhan di daerah Payakumbuh – Sumatera Barat, kehidupan masyarakat setempat di sana hidup dari hasil alam. Kebanyakan dari mereka memiliki kebun cengkeh dan peternakan ayam bertelur, termasuk di antaranya adalah keluarga M. Kadrial. Maka pria berusia empat puluh sembilan tahun ini telah akrab dengan dunia perkebunan cengkeh sekaligus juga pengolahannya. Ia selalu membantu sang ayah di kebun dan tempat pengolahan cengkeh, mulai dari membersihkan kebun, memetik dan memungut cengkeh setelah masa panen datang. Setelah masa panen cengkeh selesai, ia pun mulai disibukkan untuk membantu usaha dagang orang tua dalam berjualan makanan ternak ayam.
Menginjak masa remaja, Kadrial mulai meninggalkan kehangatan di rumah. Sebagaimaan lazimnya di kampung tersebut, setiap anak laki-laki yang telah remaja harus tidur di surau (mesjid). Dengan demikian, setelah bersekolah di pagi hari, sore harinya Kadrial membantu usaha orang tua, kemudian belajar agama dan mengerjakan tugas dari sekolah di surau.
Setamat SMA, Kadrial merantau ke Jakarta dengan impian seperti kebanyakan orang yaitu kuliah di Universitas Indonesia, tapi gagal di Sipenmaru. Ia mulai merasakan apa yang namanya kerja keras di Ibukota. Selama di Jakarta, Kadrial tinggal bersama sang kakak di daerah Pasar Minggu. Di tempat inilah, saat menunggu untuk tahun ajaran selanjutnya ia melakoni pekerjaan yang banyak digeluti oleh kebanyakan orang Minang di tempat perantauan, yaitu berdagang. Di Pasar Minggu ia membantu usaha sang ayah dalam melayani dan menawarkan pakaian kepada calon pembeli. Namun sayang, beberapa waktu kemudian pasar tempatnya berjualan mengalami kebakaran. “Biasa ’kan ya kalo pasar itu kebakaran,” ujarnya. Keadaan semakin tidak membaik karena beberapa bulan setelah tempat usaha kena musibah kebakaran, sang ayah pergi untuk selamanya.
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di Majalah Bisnis EXCELLENT edisi September 2010.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more