
Sebuah rencana menjadi patokan arah bagi kita untuk mencapai tujuan. Namun bisa jadi perjalanan hidup tidak sesuai dengan rencana hidup yang sebelumnya telah kita pikirkan. Ada saja faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.
<

/p>
Tri Podo Lulus, seorang konsultan di bidang bisnis klinik kecantikan bisa jadi bukti konkret yang hadir di tengah-tengah kita bahwa perjalanan hidup tidak selalu sesuai dengan rencana hidup. Ditemui di sebuah mall di Jakarta, Tri Podo Lulus menuturkan perjalanan hidup yang tidak sesuai dengan rencana hidupnya.
Anda masih muda, tentu punya rencana hidup yang cukup panjang. Bisakah Anda ceritakan apa rencana terhadap hidup Anda?
Saya dulu berencana seperti ini: umur 25 tahun boleh masih bekerja. Usia 30 tahun menjadi manager. Posisi direktur saya peroleh di sekitar usia 35 tahun. Kemudian saya punya rencana punya perusahaan sendiri saat usia menginjak 35 tahun.
Dan memang tahap-tahap tersebut saya jalani. Saya bermula sebagai perawat di sebuah rumah sakit. Lalu bekerja di sebuah perusahaan di bidang alat-alat kesehatan. Malah saya juga menyempatkan diri merasakan dunia saham indeks. Di situ saya tidak berhasil.
Saya lantas ke Yogyakarta untuk kuliah di Universitas Gajah Mada. Bermodalkan dari orang tua, saya membuka showroom dan toko komputer sembari kuliah. Selesai kuliah, minat saya terhadap kedua bisnis itu meredup. Saya pun kembali ke Jakarta dan bergabung ke Medica Persada di tahun 2009.
Lalu bagaimana Anda bisa menjadi seorang konsultan bisnis klinik kecantikan?
Di Medica Persada, saya diberi tanggung jawab menjalankan Aestedica, sebuah perusahaan konsultan klinik kecantikan. Saya membangunnya dari nol. Saya membuat dan membangun sistemnya hingga berjalan dengan baik. Di situ saya membantu para investor yang ingin membuka klinik kecantikan tapi kebingungan harus mulai dari mana. Saya menjadi konsultan bagi mereka. Tugas yang tidak mudah karena saya harus membuat dan membangun sistem yang cocok dengan konsep yang diinginkan oleh investor. Selama di sana, saya toh hanya bekerja untuk orang lain. Saya berharap bisa mempunyai bisnis sendiri.
Secara personal, saya sadar bahwa saya ini tipe orang yang mudah bosan. Bekerja sebagai perawat atau pekerjaan yang tugasnya hanya itu-itu saja, buat saya membosankan. Hingga akhirnya saya berkesempatan bekerja sebagai konsultan yang membangun sistem untuk bisnis klinik kecantikan, saya pun menemukan ‘pelarian’ terhadap kebosanan saya itu. Tiap kali bertemu dengan klien yang punya keinginan beda-beda, saya merasa ditantang untuk membuat dan membangun sistem, membuat business plan. Tidak ada yang membosankan dalam profesi ini.
Bagaimana dengan harapan itu saat ini?
Ya, sekarang ini saya mengusung bendera Monde de Beauté yang note bene adalah milik saya sendiri. Kalau selama ini tugas dan tanggung jawab saya sebagai karyawan atau konsultan sama beratnya dengan membangun Monde de Beauté, ya lebih baik susah payah membangun milik sendiri.
Saya sendiri melihat bisnis consulting ini menguntungkan. Bayangkan saja, perputaran uang di bisnis klinik kecantikan di tahun 2009 di Jakarta saja bisa mencapai 2,2 triliun Rupiah. Maka bisa dibilang bahwa bisnis di bidang ini menguntungkan.
Saya menyadari bahwa saya membangun perusahaan sendiri dengan modal sangat minimal. Kekuatan saya hanya kepercayaan saja. Hanya itu. Bisnis consulting adalah kepercayaan.
Tidak disangka-sangka, Anda yang belum genap 30 tahun sudah mempunyai bisnis sendiri. Anda sudah merasa saat ini mencapai tujuan Anda?
Saya memang tidak menyangka bisa membangun bisnis sendiri sebelum usia 30 tahun. Bulan Juli kemarin saya baru merayakan ulang tahun ke-29. Menurut saya, kita hidup butuh sebuah pencapaian. Saya belum mencapai tujuan.Saya bisa mencapai posisi ini adalah suatu pencapaian tertentu. Jadi artinya nanti apakah kita jatuh atau bangun itu adalah satu pencapaian. Kalau jatuh jangan pernah menyesal karena setiap perbuatan itu ada risikonya. Jadi kita harus siap. Jangan ada penyesalan. Karena kalau menyesal, kita akan susah bangkit.
Orang yang sukses ‘kan orang yang 1000 kali jatuhnya. Tapi cukup sekali kali aja orang itu lebih banyak berdirinya daripada jatuhnya, orang itu akan sukses. Jangan pernah menyesal membuat keputusan karena tiap keputusan itu mengandung resiko.
Saya cuma rasional aja. Kalau kita mau ambil keputusan di bidang bisnis. Itu ‘kan sebetulnya berhitung. Kalau hasilnya plus, ya saya akan ambil. Kalau minus, ya saya akan lepas.
Saya tidak pernah membuat keputusan bisnis sendirian. Saya selalu konsultasi dengan keluarga karena support itu penting. Saya bisa seperti ini karena support dari keluarga. Jadi mulai dari diri sendiri dan keluarga. Karena dalam hidup saya yang berperan penting adalah keluarga. **


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more