
Alkisah pada zaman dulu kala, ada 2 orang putri Serendipity melakukan perjalanan mengelilingi dunia. Suatu ketika mereka berdua tiba di sebuah desa dan mereka mampir di rumah yang dihuni oleh seorang Ayah dengan anak laki-lakinya.

Ketika mereka berdua tiba, si Ayah sedang berduka karena anak semata wayangnya yang sangat tampan ini baru saja terjatuh dari kuda dan kedua kakinya patah. Lebih malang lagi, kuda satu-satunya yang sangat indah dan kuat yang biasa membawa mereka ke kota, lari ke hutan. Si Ayah yang sedang berduka mengatakan,” mengapa kemalangan ini menimpa diriku?” Padahal dia sudah bekerja dengan tekun dan selalu baik kepada tetangga dan semua orang. Putri Serendipity mengatakan: “Kadang-kadang segala sesuatu tidak seperti yang terlihat. Satu kejadian yang mungkin terlihat buruk sesungguhnya adalah jembatan untuk menuju kepada kejadian baik.”
Ayah yang sedang berduka ini mengatakan, “Hal baik apa yang bisa dilihat dari kejadian ini? Putraku satu-satunya yang membantuku setiap hari sekarang terbaring tak berdaya. Sedangkan kudaku juga melarikan diri. Tidak mungkin kejadian ini akan berubah menjadi baik.”
Artikel selengkapnya dapat Anda temukan di majalah bisnis EXCELLENT edisi 5, Juli 2010.


Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mu…Read more
Jadilah Seorang Pembujuk yang Tidak Me…Read more
Petang itu dalam sebuah meeting yang …Read more
Ketika saya mulai mempelajari tentang manajemen waktu beberapa t…Read more